JAKARTA, Sinarpanturatv.id
– Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., mengajak masyarakat untuk menyikapi secara bijaksana penggunaan istilah “Londo Ireng” yang disampaikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Menurutnya, pemahaman terhadap istilah tersebut harus ditempatkan dalam konteks sejarah, keamanan nasional, dan dinamika kehidupan berbangsa, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Dr. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan media daring, baik dari dalam maupun luar negeri, melalui sambungan telepon seluler dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, kawasan Cijantung, Jakarta, Jumat (25/7/2026).
Menurut Prof. Sutan Nasomal, di negara maju mana pun selalu terdapat pihak-pihak yang berupaya menciptakan keresahan, kegoncangan, maupun situasi yang tidak kondusif melalui berbagai cara, mulai dari demonstrasi hingga upaya memengaruhi stabilitas perekonomian.
“Semua negara pasti menghadapi tantangan dari pihak-pihak yang ingin menciptakan kekacauan. Karena itu masyarakat harus mampu menyikapi setiap pernyataan pemimpin negara secara tenang dan bijaksana,” ujarnya.
Ia menilai, masyarakat perlu memiliki pola pikir yang lebih terbuka dalam memahami setiap pernyataan Presiden. Menurutnya, publik hendaknya tidak langsung bereaksi secara emosional, melainkan mencermati terlebih dahulu maksud dan dampak dari setiap pernyataan yang disampaikan.
Prof. Sutan Nasomal menjelaskan bahwa istilah “Londo Ireng” tidak seharusnya dimaknai sebagai tudingan kepada seluruh warga negara atau profesi tertentu. Ia berpendapat bahwa istilah tersebut ditujukan kepada oknum-oknum tertentu yang diduga bertindak bertentangan dengan kepentingan bangsa.
Dalam keterangannya, Prof. Sutan Nasomal juga menyampaikan pandangannya bahwa Presiden memiliki akses terhadap berbagai informasi dan laporan dari aparat maupun lembaga negara. Namun demikian, pernyataan tersebut merupakan pendapat narasumber dan tidak disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen dalam kesempatan tersebut.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah tersulut emosi apabila merasa tidak termasuk dalam kategori yang dimaksud.
“Kalau memang tidak melakukan perbuatan yang dimaksud, tidak perlu merasa tersinggung. Sikapi dengan tenang dan bijaksana,” katanya.
Sebagai Pembina Umum berbagai media nasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal juga mengajak insan pers dan masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang.
Ia menutup keterangannya dengan mengajak masyarakat mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara demi menjaga persatuan, stabilitas nasional, dan kepentingan bangsa Indonesia.
Narasumber:
Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus, Ketua Umum YPLBH Profesor Doktor Sutan Nasomal.
Catatan Redaksi: Artikel ini memuat pandangan dan pendapat narasumber sebagaimana disampaikan dalam wawancara. Pernyataan-pernyataan tersebut merupakan tanggung jawab narasumber. Untuk klaim yang berkaitan dengan dugaan keterlibatan pihak tertentu atau adanya laporan intelijen, diperlukan pembuktian dan verifikasi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.



