BANJARNEGARA, SinarPantura TV
– Sejumlah petani kentang dan sayuran di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, mengeluhkan sulitnya memperoleh pupuk serta tidak lagi tersedianya subsidi pupuk yang selama ini menjadi penopang utama biaya produksi pertanian. Kondisi tersebut dinilai semakin membebani petani dan berdampak pada menurunnya hasil panen pada musim tanam tahun ini.

Keluhan tersebut disampaikan sejumlah petani kepada tim SinarPantura TV pada Selasa (1/7/2026). Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperlancar distribusi pupuk, khususnya di wilayah sentra pertanian dataran tinggi Kecamatan Batur.
Salah seorang petani yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa para petani tidak hanya menghadapi harga pupuk yang terus meningkat, tetapi juga kesulitan memperoleh pupuk sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami berharap pemerintah mempermudah akses pembelian pupuk di Kecamatan Batur. Meskipun tidak mendapatkan subsidi, yang terpenting pupuk tersedia dan dapat dibeli sesuai kebutuhan petani,” ujarnya.
Menurut para petani, kebutuhan utama yang saat ini sulit diperoleh meliputi pupuk urea, pupuk CM, serta berbagai jenis obat-obatan pertanian. Keterbatasan sarana produksi tersebut berdampak langsung terhadap pertumbuhan tanaman kentang maupun sayuran yang menjadi komoditas unggulan masyarakat Batur.
Mereka mengaku produktivitas panen tahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan musim tanam sebelumnya. Padahal, hasil pertanian dari kawasan Batur selama ini menjadi salah satu pemasok kebutuhan pangan dan sayuran bagi berbagai daerah.
“Hasil panen sekarang jauh menurun. Padahal kentang dan sayuran merupakan komoditas penting yang mendukung kebutuhan gizi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari ketahanan pangan,” ungkap salah seorang petani.

Para petani berharap pemerintah daerah, Dinas Pertanian Kabupaten Banjarnegara, serta pihak terkait lainnya dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Mereka menilai ketersediaan pupuk yang memadai sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha tani dan stabilitas produksi pangan di wilayah dataran tinggi Banjarnegara.
Selain itu, para petani juga meminta agar kebutuhan pupuk bagi kelompok tani dan pelaku usaha pertanian sayur-mayur di Kecamatan Batur dapat dipenuhi secara tepat waktu sehingga aktivitas pertanian tidak terganggu.
“Kami berharap persoalan distribusi pupuk di Kecamatan Batur segera mendapat solusi. Jangan sampai petani terus kesulitan karena hal ini berpengaruh langsung terhadap produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Prapto S Melaporkan dari Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara untuk SinarPantura TV.



