Prof. Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Hentikan Impor: “Utamakan Ketahanan Pangan Nasional

Oplus_0
banner 120x600

Prof. Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Hentikan Impor: “Utamakan Ketahanan Pangan Nasional

Jakarta.Sinarpantura TV

– Pakar hukum internasional dan ekonom, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH, menyerukan kepada Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto, untuk segera menghentikan impor dan memperketat pengawasan terhadap ekspor hasil bumi. Seruan ini disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya krisis pangan global akibat perang berkepanjangan di Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa Timur.

“Krisis pangan dunia sudah nyata. Banyak negara besar kini menimbun stok makanan seolah bersiap menghadapi perang besar, bahkan perang nuklir,” ujar Prof. Sutan dalam keterangannya. Menurutnya, jika Indonesia tidak segera mengambil langkah konkret, maka kelangkaan dan lonjakan harga pangan tidak bisa dihindari.

Prof. Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Hentikan Impor: “Utamakan Ketahanan Pangan Nasional

Perang Global Picu Kepanikan Pangan

Dampak perang antara Rusia-Ukraina, konflik di Timur Tengah, serta ketegangan antara India dan Pakistan telah menyebabkan banyak negara menghentikan ekspor bahan makanan pokok. Negara-negara seperti Malaysia, Tiongkok, dan bahkan negara-negara Eropa kini memborong hasil pertanian dan perkebunan dari Indonesia dalam jumlah besar.

“Malaysia kini membeli besar-besaran beras, kelapa, dan bumbu dapur dari Indonesia karena pasokan dari India terputus. Sementara Tiongkok sudah sejak lama mengontrak lahan-lahan pertanian di Afrika, Filipina, dan Amerika Latin,” jelas Prof. Sutan. “Sekarang mereka beralih ke Indonesia.”

Akibat situasi ini, harga beras, minyak goreng, dan kelapa di Indonesia melonjak tajam. Kelapa bahkan disebut sebagai komoditas termahal sepanjang sejarah. “Kelangkaan pangan sudah mulai dirasakan, harga-harga merangkak naik dan pasokan menipis,” tambahnya.

Seruan Tindakan Cepat kepada Pemerintah

Prof. Sutan meminta Presiden Prabowo dan seluruh jajaran kementerian untuk segera fokus pada penyelamatan sumber daya strategis nasional, mulai dari hasil pertanian, peternakan, perkebunan, pertambangan, hingga kelautan.

“Seluruh kepala daerah harus bertanggung jawab menjaga distribusi pangan di wilayahnya. Stop ekspor bahan pangan dan energi yang bisa mengancam kebutuhan rakyat. Hukum tegas siapa pun yang melanggar,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kelaparan bisa memicu konflik sosial yang lebih besar. “Jangan sampai Indonesia mengalami perang saudara karena kelaparan. Negara harus hadir sebelum terlambat.”

Krisis Global dan Ancaman Nyata

Prof. Sutan mengingatkan bahwa lebih dari 300 juta orang di dunia saat ini telah mengalami kelaparan akut. Kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika diprediksi akan menghadapi bencana kelaparan besar dalam beberapa tahun ke depan.

“Ini bukan hanya tentang makanan. Energi, lapangan pekerjaan, dan stabilitas politik ikut terancam. Indonesia harus bersiap. Jangan sampai rakyat menjadi korban karena kita lengah,” tutup Prof. Sutan, yang juga dikenal sebagai Presiden Partai Oposisi Merdeka dan pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus.

Red/SP

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *