Pekalongan. Sinarpanturatv.id
– Mengemudikan ambulans di tengah situasi darurat bukan semata soal kecepatan, melainkan bagaimana keselamatan jiwa tetap terjaga di jalan raya. Menyadari pentingnya hal tersebut, Satlantas Polres Pekalongan menggelar Pelatihan Safety Driving dan Kegawatdaruratan Pre-Hospital bagi puluhan pengemudi ambulans desa se-Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Howard Johnson, Kamis (5/2/2026).

Pelatihan tersebut merupakan kolaborasi Satlantas Polres Pekalongan dengan RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan. Selain pembekalan teknis medis dasar, para pengemudi ambulans juga digembleng pemahaman etika berkendara sebagai kendaraan prioritas, agar tetap mengutamakan keselamatan diri sendiri, pasien, dan pengguna jalan lainnya.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., melalui Kanit Kamsel Satlantas Polres Pekalongan Ipda Deny Saputra, S.H., menegaskan bahwa sopir ambulans harus memiliki keterampilan mengemudi yang baik serta mampu mengendalikan emosi saat menghadapi situasi darurat.
“Ambulans memang kendaraan prioritas, namun keselamatan tetap menjadi yang utama. Melalui pelatihan safety driving ini, kami ingin para driver ambulans desa memahami tata cara berkendara dalam kondisi gawat darurat tanpa mengesampingkan tertib berlalu lintas,” ujar Ipda Deny saat dikonfirmasi, Jumat (6/2/2026).
Tak hanya itu, Satlantas Polres Pekalongan juga memanfaatkan momentum kegiatan untuk mensosialisasikan Operasi Keselamatan Candi 2026. Para peserta dibekali brosur dan leaflet edukasi agar mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan desa masing-masing.
“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini para pengemudi ambulans desa memiliki pengetahuan dan kesadaran yang lebih baik tentang keselamatan berkendara. Jangan sampai niat menolong pasien justru berujung pada kecelakaan di jalan,” tambah Ipda Deny.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Direktur RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan drg. Afaf, M.M., serta Ketua Panitia dr. Amri Ash Shiddiq. Dalam sambutannya, pihak rumah sakit mengapresiasi sinergi dengan kepolisian sebagai upaya nyata meningkatkan kompetensi pengemudi ambulans di lapangan.
Materi pelatihan mencakup penanganan kegawatdaruratan Pre-Hospital, di mana pengemudi diharapkan memahami prosedur medis dasar sebelum pasien tiba di rumah sakit, sekaligus mampu mengoperasikan kendaraan secara aman dalam tekanan waktu.
Hingga kegiatan berakhir, para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi dan simulasi. Dengan bekal pengetahuan tersebut, diharapkan tercipta kondisi Kamseltibcarlantas yang aman dan lancar di wilayah hukum Polres Pekalongan.
Suswanto



