Berita  

Rakor Lintas Sektoral dan Halal Bihalal, Kecamatan Petarukan Perkuat Komitmen Cegah Stunting

banner 120x600

Rakor Lintas Sektoral dan Halal Bihalal, Kecamatan Petarukan Perkuat Komitmen Cegah Stunting

Pemalang, SinarpanturaTV.id

– Pemerintah Kecamatan Petarukan menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral yang dirangkai dengan Halal Bihalal bersama para stakeholder se-Kecamatan Petarukan, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan peningkatan angka stunting di wilayah tersebut.

Acara yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, dimulai pukul 09.15 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh Danramil Petarukan, Kapolsek Petarukan, para Kepala Puskesmas se-Kecamatan Petarukan, Kepala Sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK, para Kepala Desa, Kepala KUA, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Camat Petarukan, Muhibin, dalam keterangannya kepada awak media usai kegiatan menyampaikan bahwa rakor ini merupakan agenda rutin. “Di Kecamatan Petarukan, setiap bulan kami mengadakan rakor bersama kepala desa. Sementara untuk rakor lintas sektoral dilaksanakan setiap tiga bulan sekali,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan kali ini dikemas sekaligus dengan Halal Bihalal mengingat masih dalam suasana Idulfitri di bulan Syawal. “Momentum ini kami manfaatkan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor,” imbuhnya.

Menurut Muhibin, rakor lintas sektoral ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja dinas dan instansi di tingkat kecamatan, khususnya pada bidang kesehatan. Dalam kegiatan tersebut, fokus utama diarahkan pada paparan dari tiga Kepala Puskesmas, serta penandatanganan komitmen bersama dalam penyelenggaraan program kesehatan.

“Selain itu, kami juga menitikberatkan pada evaluasi lintas sektor di bidang kesehatan dan pendidikan, terutama dalam upaya pencegahan stunting,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muhibin menegaskan bahwa setiap instansi memiliki peran penting dalam menekan angka stunting. Salah satunya melalui upaya pencegahan pernikahan dini yang menjadi salah satu faktor penyebab stunting.

“Melalui KUA, diharapkan dapat lebih selektif dalam memberikan pelayanan pernikahan agar angka pernikahan dini bisa ditekan. Di sektor pendidikan, sekolah juga diharapkan aktif memberikan edukasi terkait gizi, kesehatan, dan faktor penyebab stunting,” paparnya.

Ia juga menyebutkan bahwa seluruh dinas terkait diharapkan dapat bekerja sama secara berkelanjutan. Evaluasi lanjutan akan dilakukan pada akhir Juni 2026, guna mengetahui perkembangan dan efektivitas program yang telah dijalankan.

“Dengan evaluasi tersebut, kita bisa mengukur sejauh mana upaya yang telah dilakukan serta menentukan langkah strategis ke depan,” pungkasnya.

(Karsono)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *