Berita  

Pengurus DPC GPPMP Sleman dan Bantul Masa Bakti 2026–2031 Resmi Dilantik, Perkuat Persatuan dan Dorong Kemajuan UMKM DIY

banner 120x600

Yogyakarta, Sinarpanturatv.id

– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Penerus Perjuangan Merah Putih (GPPMP) Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul masa bakti 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Joglo Resto Dalem Jeron Beteng, Kota Yogyakarta, Rabu (5 Agustus 2026).

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua DPD GPPMP Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Albert Yusuf Langke, S.E., M.Sc., M.Th. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 GPPMP yang mengusung tema “Semangat Persatuan dan Kemajuan Indonesia”, sekaligus menghadirkan kolaborasi bersama pelaku UMKM dari Kabupaten Kulon Progo dan Bantul.

Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan peran strategis GPPMP dalam mendukung pembangunan daerah, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Irfansah Hutagalung, S.E., M.A., M.Si. resmi dilantik sebagai Ketua DPC GPPMP Kabupaten Sleman masa bakti 2026–2031. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen kepengurusan baru untuk menjaga nilai-nilai perjuangan, memperkuat persatuan, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin menjadikan DPC GPPMP Sleman sebagai organisasi yang aktif, inklusif, dan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak demi kemajuan masyarakat dan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepengurusan yang baru akan memfokuskan program kerja pada tiga prioritas utama, yakni pemberdayaan masyarakat, penguatan solidaritas organisasi, serta peningkatan kontribusi di bidang sosial dan pembangunan daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Siti Nuryani, S.Pd. juga resmi dilantik sebagai Ketua DPC GPPMP Kabupaten Bantul masa bakti 2026–2031. Pelantikan dilakukan secara bersamaan sebagai bentuk penguatan sinergi organisasi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Talkshow Industri Bisnis Kreatif dan Ekonomi UMKM yang menghadirkan pelaku usaha dan praktisi UMKM dari Kulon Progo dan Bantul.

Salah satu narasumber, Purdiyanto, S.E., memaparkan peluang pengembangan industri kreatif berbasis potensi lokal. Ia menjelaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu memanfaatkan peluang usaha yang terus berkembang, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Purdiyanto juga membagikan pengalamannya dalam mengembangkan usaha budidaya buah kelengkeng dan alpukat. Menurutnya, hasil panen alpukat tidak hanya dipasarkan sebagai buah segar, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti sabun mandi alami dan sabun cair berbahan dasar alpukat.

Kreativitas, inovasi, dan keberanian melihat peluang merupakan kunci utama untuk mampu bersaing dalam industri kreatif saat ini,” ungkapnya.

Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif. Para peserta yang terdiri dari pengurus GPPMP, anggota, pelaku UMKM, serta tamu undangan tampak antusias menggali berbagai peluang usaha kreatif berbasis potensi lokal, pariwisata, hingga produk kerajinan.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin erat antara organisasi, pelaku UMKM, pemerintah, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kulon Progo, Bantul, Sleman, dan Daerah Istimewa Yogyakarta secara umum.

Red/Agus

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *