Demak.Sinarpanturatv.id
– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak, Jawa Tengah terus memprioritaskan pembangunan di sektor pendidikan keagamaan, infrastruktur, dan penanganan banjir rob sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Demak Eisti’anah usai mengikuti Rapat Paripurna ke-20 Masa Sidang II Tahun 2026 di DPRD Kabupaten Demak, Senin (13/7/2026). Paripurna tersebut membahas jawaban bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Demak Tahun Anggaran 2025.
Eisti’anah mengatakan Pemkab Demak terus melakukan penyesuaian regulasi agar program bantuan bagi guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Kita menyesuaikan regulasi-regulasi yang kami harapkan bisa tepat untuk para guru Madin dan TPQ,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran hibah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sekitar Rp4 miliar, dengan sekitar Rp3 miliar diperuntukkan bagi Madin dan TPQ.
“Anggarannya sekitar Rp4 miliar, dengan alokasi sekitar Rp3 miliar untuk Madin dan TPQ,” katanya.
Menurut Eisti, bantuan tersebut disalurkan melalui mekanisme hibah yang dilakukan setiap dua tahun sekali, sehingga seluruh pondok pesantren, Madin, dan TPQ di Kabupaten Demak diharapkan dapat menerima bantuan secara bergiliran.
Selain itu, Pemkab Demak juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur secara bertahap mulai tahun 2025 hingga tahun-tahun berikutnya. Prioritas pembangunan meliputi penataan kawasan perkotaan, peningkatan kualitas jalan kabupaten, serta dukungan terhadap pembangunan jalan desa.
“Semua dilakukan secara bertahap. Fokus kami adalah penataan perkotaan, penanganan rob, jalan kabupaten yang menjadi perhatian, serta membantu pembangunan jalan desa,” jelasnya.
Dalam upaya mengatasi banjir rob yang kerap melanda wilayah pesisir, Eisti’anah menyampaikan bahwa rencana pembangunan giant sea wall masih berada dalam tahap kajian oleh Badan Otorita. Kajian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta berbagai masukan dari masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Sementara itu, penanganan rob yang saat ini telah berjalan adalah pembangunan hybrid sea wall dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Proyek tersebut telah memasuki tahap pengurukan tanah dan penataan struktur pemecah ombak sebagai bagian dari upaya melindungi kawasan pesisir.
Selain pembangunan infrastruktur pelindung pantai, Pemkab Demak juga akan melakukan penanaman mangrove bekerja sama dengan kalangan akademisi. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi abrasi sekaligus memperkuat perlindungan kawasan pesisir secara berkelanjutan dalam menghadapi ancaman rob.
Parno



