Jakarta Sinarpantura TV
– Seni bela diri Wing Chun memiliki sejarah yang panjang dan kaya, berdiri sejak tahun 1400-an dan didirikan oleh seorang pendeta wanita. Di Indonesia sendiri, seni bela diri ini mulai dikenal sejak tahun 2005. Saat ini, perguruan Wing Chun di Jakarta memiliki sekitar 40 murid dan 25 sanggar di berbagai wilayah pulau Jawa dan Bali.

Shifu atau Guru David Lee menjelaskan bahwa perguruan Wing Chun yang dipimpinnya memiliki sekitar 15 murid yang hadir secara rutin. “Seni bela diri Wing Chun ini mulai sejak tahun 2023, sekitar 2 sampai 3 tahun ini, sampai saat ini total murid bekisar 40 orang murid,” jelasnya.
David juga menjelaskan bahwa Wing Chun berbeda dengan seni bela diri lainnya karena mengedepankan pertempuran jarak dekat dan di tempat sempit. “Bila digunakan oleh lelaki akan menjadi tangguh, bila dipakai oleh wanita akan menjadi anggun dan mematikan,” tambahnya.
Harapan David untuk kedepannya adalah agar bela diri Wing Chun lebih dikenal oleh berbagai kalangan dan dapat menerima murid dari berbagai suku dan generasi. “Kami berharap tidak putus dan ada penerus agar kedepan lebih banyak dikenal,” ucapnya.
Dengan filosofi dan sejarah yang kaya, Wing Chun dapat menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mempelajari seni bela diri yang unik dan efektif.
Red/SP



