PEKALONGAN, SinarpanturaTV.id
– Kebakaran melanda area perkebunan tebu milik warga di Dukuh Krajan, Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (12/7/2026) sore. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh api dari pembakaran sampah sisa panen tebu yang merembet ke lahan perkebunan di sekitarnya.

Peristiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah menerima laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Kajen segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran untuk melakukan upaya pemadaman.
Sesampainya di lokasi, personel kepolisian bersama petugas damkar berjibaku memadamkan kobaran api agar tidak semakin meluas ke areal perkebunan lainnya. Berkat kerja sama yang cepat, api akhirnya berhasil dipadamkan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran bermula saat pemilik lahan, Sukirno (65), membersihkan sisa hasil panen tebu berupa daun dan batang kering yang menumpuk di lahannya. Sekitar pukul 16.30 WIB, tumpukan tersebut dibakar.
Setelah mengira api telah padam, Sukirno meninggalkan lokasi. Namun diduga masih terdapat bara api yang tertiup angin hingga merembet ke lahan tebu milik Sugiri (65), Mojo (70), dan Rasidi (65) yang berada di sebelahnya. Akibatnya, sebagian tanaman tebu milik para petani tersebut ikut terbakar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kebakaran mengakibatkan kerugian materiil berupa rusaknya tanaman tebu milik warga yang terdampak.
Kapolsek Kajen, Iptu Teguh Subiyantoro, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi, membantu proses pemadaman bersama petugas terkait, sekaligus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Begitu menerima laporan, personel kami segera menuju lokasi bersama unsur terkait untuk membantu proses pemadaman sekaligus melakukan penyelidikan. Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh api pembakaran sampah sisa panen tebu yang merembet ke lahan di sekitarnya. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah atau sisa tanaman, terutama pada musim kemarau, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” ujar Iptu Teguh.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api sebelum benar-benar padam. Imbauan tersebut penting mengingat musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran lahan maupun permukiman apabila pembakaran dilakukan tanpa pengawasan.
(Suswanto)



