banner 728x90

Bupati Hadir, Perangkat Desa Absen: Warga Jepara Pertanyakan Kepedulian Aparat Desa

banner 468x60

Bupati Hadir, Perangkat Desa Absen: Warga Jepara Pertanyakan Kepedulian Aparat Desa

 

banner 325x300

Media sinarpantura TV

Jepara, Jawa Tengah – 24/09/2025.

Kehadiran Bupati Jepara di tengah masyarakat sesuai janjinya membawa angin segar bagi warga yang sudah lama menantikan kepastian. Janji yang pernah terucap dalam pertemuan sebelumnya akhirnya ditepati, membuktikan bahwa pemimpin daerah masih peduli terhadap keresahan rakyatnya.

Namun, momen yang seharusnya menjadi ruang sinergi antara pemerintah kabupaten, perangkat desa, dan warga justru menyisakan tanda tanya besar. Perangkat desa yang diharapkan hadir untuk mendampingi, mendengar langsung aspirasi masyarakat, serta menjadi jembatan komunikasi di tingkat bawah, sama sekali tidak tampak di lokasi.

Absennya perangkat desa ini memicu kritik tajam. Sebagian warga menilai ketidakhadiran tersebut sebagai bentuk pengabaian sekaligus cerminan lemahnya tanggung jawab moral.

“Kami sangat mengapresiasi Bupati yang hadir sesuai janji, tapi justru perangkat desa yang sehari-hari hidup di tengah masyarakat ini malah tidak muncul. Pertanyaannya, ke mana mereka?” ungkap seorang tokoh warga dengan nada kecewa.

Situasi ini menimbulkan kesan bahwa perangkat desa gagal menempatkan diri di momen penting. Padahal, mereka memiliki kewajiban moral dan administratif untuk hadir dalam forum yang menyangkut kepentingan rakyat. Apalagi, ketika Bupati sudah berkenan turun langsung ke lapangan, semestinya perangkat desa berada di barisan terdepan.

“Kalau Bupati saja bisa meluangkan waktu untuk masyarakat, kenapa perangkat desa yang notabene perpanjangan tangan pemerintah justru menghilang? Ada apa sebenarnya?” tanya warga lainnya.

Bupati Hadir, Perangkat Desa Absen: Warga Jepara Pertanyakan Kepedulian Aparat Desa

Kehadiran Bupati seharusnya menjadi titik temu yang memperkuat koordinasi antara kabupaten dan desa. Namun absennya perangkat desa justru menghadirkan kesan sebaliknya: publik menilai ada jarak, bahkan ketidakseriusan dari aparatur desa dalam menjalankan fungsinya.

Di satu sisi, masyarakat mengapresiasi komitmen Bupati yang hadir sesuai janji. Tetapi di sisi lain, kekecewaan terhadap perangkat desa sulit dibendung. Momentum yang semestinya menjadi ajang membangun kebersamaan justru tercoreng oleh ketidakhadiran pihak yang seharusnya paling dekat dengan rakyat.

Kini, bola panas ada di tangan perangkat desa. Publik menuntut penjelasan atas ketidakhadiran yang dianggap meremehkan aspirasi warga. Tanpa penjelasan yang jelas, kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah desa bisa semakin merosot.

Warga berharap, kejadian ini menjadi pelajaran penting agar perangkat desa lebih peka, tidak sekadar hadir di balik meja, dan benar-benar menempatkan kepentingan rakyat di atas segala kepentingan pribadi maupun kelompok.

Red/SP

 

 

 

 

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version