Pekalongan. Sinarpanturatv.id
– Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Pekalongan tidak selalu membawa cerita duka. Di balik genangan air yang merendam jalanan dan permukiman, terselip kisah berkah yang dirasakan para pelaku usaha kecil, khususnya pedagang jajanan kaki lima.
Salah satunya dialami Opik, pedagang jajanan kekinian Bapeda yang mangkal di Jalan Untung Suropati, Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat. Saat banjir melanda kawasan tersebut, lapak dagangannya justru dipadati pembeli.
“Pas banjir malah rame, bahkan lebih ramai dibanding hari biasa,” ujar Opik saat ditemui, Minggu (18/1/2026).
Opik menjajakan beragam menu favorit yang digemari berbagai kalangan, mulai dari Bapeda telur puyuh, Bapeda telur ayam, bilor, cilung, telur gulung, hingga takoyaki. Ia mulai berjualan sejak pukul 09.00 WIB dan melayani pembeli hingga seluruh dagangannya habis.
Menurut Opik, lonjakan pembeli sudah ia antisipasi dengan menyiapkan stok telur dan bahan baku lainnya sejak pagi. Pengalaman banjir sebelumnya menjadi pelajaran berharga, karena kondisi tersebut justru kerap mendatangkan lebih banyak pelanggan.
“Alhamdulillah hari ini rame. Kalau habis dan masih banyak yang mau beli, nanti bisa buka lagi. Dulu sempat bingung mau jualan pas banjir pertama, tapi ternyata malah ramai,” tuturnya.
Berkah serupa juga dirasakan Ayong, pedagang pentol urat Mangkurat yang berjualan tepat di sebelah lapak Opik. Ia mengaku dagangannya sudah dua kali ludes dalam sehari.
“Alhamdulillah ini sudah dua kali habis. Kalau nanti masih kuat dan pembeli masih ada, bisa buka lagi,” kata Ayong.
Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah bencana banjir, roda perekonomian warga tetap dapat bergerak. Bagi sebagian pedagang kecil, banjir justru menjadi momentum meningkatnya penjualan, selama mampu membaca peluang dan menyiapkan stok dengan matang.
Kang ojan



