Media Sinarpantura TV
– Jakarta, 6 Juni 2025 — Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH., pakar hukum internasional dan ekonom nasional, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi perekonomian Indonesia yang semakin memprihatinkan. Ia meminta Presiden Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto segera menginstruksikan Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Perdagangan untuk menciptakan lapangan kerja baru serta menghentikan impor pangan dari luar negeri.
“Pengangguran meningkat tajam karena banyaknya perusahaan industri yang gulung tikar. PHK massal terjadi, sementara perusahaan yang tersisa tidak mampu menyerap tenaga kerja yang terdampak,” ujar Prof. Sutan Nasomal dalam wawancara via telepon bersama sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan online.
Daya Beli Anjlok, Iduladha Sepi Kurban
Fenomena ini berdampak besar pada perayaan Iduladha tahun 2025. Prof. Sutan menyebut bahwa sangat sedikit masyarakat yang mampu berkurban. Banyak pedagang hewan kurban mengeluhkan dagangan mereka tidak laku karena harga hewan melonjak, sementara daya beli masyarakat terus menurun.
“Pedagang buah pun mengalami penurunan penjualan hingga 70%. Semangka dan jeruk yang biasanya laris saat Iduladha kini sepi pembeli,” ungkapnya.
Begitu juga dengan pedagang ketupat dan perlengkapannya, yang mengalami penurunan pelanggan lebih dari 50% dalam lima hari menjelang hari raya.

Krisis Pangan: Peternak dan Perkebunan Menyusut
Menurut Prof. Sutan, mahalnya harga hewan kurban disebabkan oleh semakin berkurangnya jumlah peternak. Banyak yang beralih profesi karena tekanan ekonomi. Di sisi lain, alih fungsi lahan menyebabkan jutaan pohon buah ditebang, tanpa ada kebijakan tegas dari pemerintah daerah untuk membuka lahan baru atau menyukseskan program ketahanan pangan.
“Banyak lurah tidak mampu menjalankan atau bahkan gagal melaksanakan program ketahanan pangan. Ini sangat disayangkan,” tegasnya.
Kondisi Ekonomi Dinilai Tidak Sehat
Lebih lanjut, Prof. Sutan menilai bahwa perekonomian Indonesia saat ini dalam kondisi tidak sehat dan berpotensi memburuk hingga satu dekade ke depan apabila tidak ditangani dengan serius.
“Diperlukan langkah konkret dan anggaran besar untuk memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan kelautan. Pemerintah pusat harus turun langsung melihat kondisi di lapangan agar setiap program tepat sasaran,” tegasnya.
Ia juga menyayangkan hilangnya kelas menengah yang biasanya menjadi penyumbang utama dalam pelaksanaan ibadah kurban. Kini, kelompok ini pun ikut terpuruk dalam krisis ekonomi.
Penutup
Prof. Sutan Nasomal, yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Oposisi Merdeka serta Pengasuh Pondok Pesantren Ass Saqwa Plus, berharap pemerintah segera mengambil langkah-langkah strategis dan tidak membiarkan rakyat semakin tertekan dalam situasi yang sulit ini.
Narasumber: Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH.
Pakar Hukum Internasional dan Ekonomi, Presiden Partai Oposisi Merdeka, dan Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus
Kontak: 0811-8419-260



