Berita  

Legenonan Jrebengkembang 2026: Tradisi Sedekah Bumi yang Meriah, Pererat Persatuan Warga

banner 120x600

Legenonan Jrebengkembang 2026: Tradisi Sedekah Bumi yang Meriah, Pererat Persatuan Warga

Pekalongan. Sinarpanturatv.id
– Suasana malam di Desa Jrebengkembang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, tampak semarak dan penuh kehangatan. Ribuan warga memadati area kegiatan dalam gelaran Legenonan atau sedekah bumi yang berlangsung meriah pada Jumat (1/5/2026). Tradisi tahunan yang sarat nilai spiritual dan budaya ini kembali menjadi momentum ungkapan rasa syukur sekaligus ajang mempererat kebersamaan masyarakat.

Legenonan Jrebengkembang 2026: Tradisi Sedekah Bumi yang Meriah, Pererat Persatuan Warga

Kegiatan yang diprakarsai oleh panitia penyelenggara di bawah koordinasi Rozikin tersebut menjadi ruang berkumpulnya warga dalam menjaga dan melestarikan warisan leluhur. Tahun ini, suasana Legenonan terasa lebih hidup dengan konsep berbeda, yakni menghadirkan pasar malam yang menarik perhatian masyarakat, tidak hanya dari desa setempat, tetapi juga dari wilayah sekitar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Jrebengkembang, Agus Setiawan, SH, menyampaikan bahwa Legenonan merupakan tradisi rutin sebagai bentuk tasyakuran sedekah bumi atau ruwatan desa. Ia menegaskan, kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar seremoni, melainkan sebagai sarana memperkuat persatuan dan keguyuban warga.

“Ini agenda tahunan, namun kali ini kita kemas lebih meriah dengan adanya pasar malam. Harapannya, masyarakat semakin antusias, bisa berkumpul, bersatu, dan tetap guyub rukun,” ujar Agus Setiawan di sela kegiatan.

Menurutnya, di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, tradisi seperti Legenonan memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan mencegah potensi perpecahan di tengah masyarakat.

“Kami berharap warga tetap saling peduli, tidak mudah terprovokasi, dan terus menjunjung tinggi nilai kebersamaan sebagai wujud penghormatan kepada para leluhur,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan Legenonan sendiri telah berlangsung sejak 21 hingga 30 April 2026, diawali dengan pasar malam yang disambut antusias warga. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan berbagai agenda religius dan budaya, seperti festival hadroh, santunan anak yatim, hingga puncak acara berupa pagelaran wayang golek oleh Ki Dalang Wahyudin dari Batang dengan lakon “Syekh Danuwarsih”.

Lakon tersebut dipilih karena mengandung nilai religius dan keteladanan, menggambarkan sosok panutan yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjalani kehidupan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Pagelaran wayang golek tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya yang sarat pesan moral. Warga tampak antusias mengikuti pertunjukan hingga larut malam.

Kemeriahan acara turut dihadiri unsur Muspika setempat serta sejumlah tokoh penting, termasuk anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Nur Fatwa, yang hadir memberikan dukungan terhadap pelestarian tradisi masyarakat.

Dengan terselenggaranya Legenonan tahun ini, Pemerintah Desa Jrebengkembang berharap tradisi sedekah bumi dapat terus dilestarikan dan membawa keberkahan bagi seluruh warga, baik dalam sektor pertanian, ekonomi, maupun kehidupan sosial.

“Semoga desa kami semakin maju, sejahtera, dan masyarakatnya senantiasa hidup dalam keberkahan,” pungkas Agus. (Romi)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *