“Tradisi Sedekah Bumi Desa Kalijambe: Warisan Budaya dan Wujud Syukur Masyarakat”

banner 120x600

 

Pekalongan, SinarpanturaTV.id

– Dalam rangka melestarikan tradisi dan mengungkapkan rasa syukur atas hasil bumi, Pemerintah Desa Kalijambe, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, bersama warga masyarakat menyelenggarakan acara sedekah bumi atau yang dikenal juga dengan istilah legenonan pada Senin, 28 April 2025.

“Tradisi Sedekah Bumi Desa Kalijambe: Warisan Budaya dan Wujud Syukur Masyarakat”

Acara yang berlangsung meriah di lapangan sepak bola Desa Kalijambe tersebut menampilkan beragam hiburan, termasuk pagelaran wayang kulit oleh Dalang Ki Anom Dwijo Kangko dari Kota Solo. Pertunjukan wayang mengangkat lakon “Sirnoning Angkoro Murko (Duryudono Gugur)” yang sarat nilai moral dan spiritual.

 

Kepala Desa Kalijambe, Muhamad Ihwan, A.Md., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh warga atas partisipasi dan gotong-royong yang telah menjadikan acara ini sukses terselenggara. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada panitia yang telah bekerja keras mengumpulkan dana secara langsung dari rumah ke rumah.

“Menarik dana dari warga tentu membutuhkan mental yang kuat, karena harus berhadapan dengan berbagai karakter masyarakat,” ujarnya sambil tersenyum.

Di akhir sambutannya, Muhamad Ihwan memohon doa restu kepada seluruh warga karena ia dan istrinya akan menunaikan ibadah haji pada tanggal 5 mendatang. Ia juga meminta maaf atas segala kekhilafan selama memimpin dan berharap mendapat doa agar perjalanannya diberikan kelancaran dan keberkahan.

Camat Sragi, Slamet Riyadi

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, S.H., M.M., yang berhalangan hadir, menyampaikan permohonan maaf melalui Camat Sragi, Slamet Riyadi. Dalam pesannya, Bupati mengapresiasi pelaksanaan tradisi sedekah bumi yang tetap dijaga kelestariannya.

Camat Sragi, Slamet Riyadi, menambahkan bahwa sedekah bumi tidak sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas melimpahnya hasil bumi, khususnya bagi para petani. Ia juga menekankan pentingnya acara ini sebagai ajang kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Melalui tradisi ini, kita tidak hanya bersyukur, tetapi juga saling berbagi dan memperkuat rasa persaudaraan,” pungkasnya.

Penulis : Sahuri

 

 

 

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *