banner 728x90

Toko Berkedok Kosmetik di Jakarta Selatan Diduga Edarkan Obat Keras, Omzet Capai Rp16 Juta Per Hari

banner 468x60

Toko Berkedok Kosmetik di Jakarta Selatan Diduga Edarkan Obat Keras, Omzet Capai Rp16 Juta Per Hari

 

banner 325x300

Jakarta Selatan. Sinarpantura TV

– Sebuah toko yang berlokasi di Jalan Poltangan Raya, Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, diduga kuat menjalankan praktik ilegal dengan menjual berbagai jenis obat keras terlarang. Padahal, dari luar toko tersebut tampak seperti menjual produk kosmetik.

 

Dari hasil penelusuran tim investigasi, ditemukan fakta bahwa toko tersebut memperdagangkan obat-obatan berbahaya seperti tramadol, eximer, dummolit, dan lainnya. Penjaga toko bahkan secara terang-terangan menunjukkan barang bukti (BB) kepada awak media.

Tak hanya itu, menurut pengakuan penjaga toko, pemilik berani membayar sejumlah warga sekitar untuk dijadikan “tameng” atau bekingan agar aktivitas ilegal mereka tidak diganggu pihak RT maupun RW setempat. Mirisnya lagi, sang penjaga mengklaim toko tersebut sudah mengantongi izin dari Polsek setempat.

Lebih lanjut, tim investigasi berhasil menggali informasi bahwa toko itu menyimpan 25 ribu butir tramadol, 150 ribu butir eximer, dan sejumlah obat keras lainnya. Dari pengakuan penjaga, omzet penjualan bisa mencapai Rp16 juta per hari atau sekitar Rp120 juta per bulan.

 

Saat diminta mengungkap identitas sang bos, penjaga enggan menyebutkan nama. Fakta ini tentu menambah keprihatinan, mengingat maraknya peredaran obat keras dan narkoba telah berulang kali menjadi perhatian serius Presiden yang menegaskan tekad untuk memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya.

Tim investigasi akan segera berkoordinasi dengan Divpropam Polri untuk menelusuri dugaan adanya oknum aparat yang terlibat, serta mengonfirmasi pihak BPOM dan Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait lemahnya pengawasan sehingga obat keras ini bisa diperjualbelikan bebas.

Selain itu, komunikasi juga tengah dibangun dengan Lurah, RT, dan RW setempat untuk mencari solusi terkait keberadaan toko berkedok kosmetik yang meresahkan warga ini.

Ucap Dimaskus, anggota tim investigasi.

Samudera

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version