Pekalongan. Sinarpanturatv.id
Sinergitas TNI-Polri bersama masyarakat di Kabupaten Pekalongan terus diperkuat guna mengantisipasi dampak bencana alam. Sejak Jumat pagi (06/02/2026), puluhan personel gabungan turun langsung melaksanakan kerja bakti pembuatan tanggul darurat di titik longsor aliran Sungai Kupang, Desa Pangkah, Kecamatan Karangdadap.

Kegiatan gotong royong ini dipusatkan di Dukuh Pentol, RT 08/RW 04. Personel TNI-Polri bersama warga bahu-membahu menyusun karung berisi pasir serta menancapkan cerucuk bambu sebagai penguat tebing sungai. Upaya tersebut dilakukan untuk mengamankan akses jalan warga yang terancam terputus akibat gerusan aliran sungai.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Karangdadap AKP Sumianto, S.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah cepat sebagai upaya mitigasi bencana menyusul terjadinya longsor di sepanjang aliran Sungai Kupang.
“Hari ini kami bersama rekan-rekan dari Koramil serta warga Desa Pangkah fokus mengerjakan tanggul sementara sepanjang kurang lebih 15 meter. Tanggul ini dibuat dari tumpukan karung pasir dan cerucuk bambu untuk menahan tanah agar tidak semakin longsor ke aliran sungai,” jelas AKP Sumianto.
Lebih lanjut dijelaskan, longsor di sepanjang Sungai Kupang mencakup tiga titik krusial.
“Untuk titik pertama di Dukuh Kebondalem telah selesai 100 persen. Saat ini kami menyelesaikan titik kedua di Dukuh Pentol,” ungkapnya.
Sementara itu, titik ketiga yang juga berada di wilayah Dukuh Pentol dijadwalkan akan dikerjakan secara massal pada Jumat pekan depan, 13 Februari 2026.
Kegiatan ini turut dihadiri Danpos Karangdadap Serma Sugiarto, Kepala Desa Pangkah Hj. Kholidah, serta sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan soliditas dan kepedulian bersama dalam menjaga keamanan wilayah dari ancaman bencana.
“Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga dan ormas yang terlibat. Kehadiran Polri di sini untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga, khususnya akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga,” tambah Kapolsek.
Meski dikerjakan dengan peralatan sederhana, tanggul darurat ini diharapkan mampu menahan laju erosi sungai, terutama saat curah hujan tinggi kembali melanda wilayah Karangdadap. Pihak kepolisian juga mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai agar tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan retakan tanah atau potensi longsor baru. (ozy)



