banner 728x90

Satlantas Polres Pekalongan Bersama Balai Jalan Tambal Jalan Berlubang, Dukung Operasi Keselamatan Candi 2026

banner 468x60

Pekalongan, SinarpanturaTV.id

– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pekalongan bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait kondisi jalan berlubang yang kerap membahayakan pengendara. Bersinergi dengan Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal, petugas melakukan aksi penambalan jalan secara masif di sejumlah titik rawan kecelakaan, Selasa (3/2/2026).

banner 325x300

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026. Berdasarkan pantauan di lapangan, personel Satlantas turut mengamankan arus lalu lintas sekaligus mendampingi tim teknis saat proses penutupan lubang-lubang aspal yang cukup dalam dan membahayakan pengguna jalan.

Satlantas Polres Pekalongan Bersama Balai Jalan Tambal Jalan Berlubang, Dukung Operasi Keselamatan Candi 2026

Kanit Turjawali Satlantas Polres Pekalongan, Ipda Hasyim, mengatakan langkah kolaboratif ini diambil menyusul banyaknya aduan masyarakat, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial resmi Polres Pekalongan.

“Alhamdulillah, kami sudah berkoordinasi dengan PU Provinsi sejak jauh hari. Ini hari kedua Operasi Keselamatan, dan kami berkolaborasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan penambalan jalan berlubang di sekitar Bojong. Kegiatan ini sudah berjalan selama dua hari,” ungkapnya.

Ipda Hasyim menjelaskan, kerusakan jalan di wilayah hukum Polres Pekalongan cukup tersebar. Namun demikian, kawasan Bojong menjadi prioritas utama lantaran tingkat kerusakannya tergolong parah dan berisiko tinggi memicu kecelakaan lalu lintas.

“Ada tiga titik yang kondisinya cukup parah, yakni di Ketitang, Gejlik, dan sekitar Pasar Bojong. Sebagian sudah tertangani kemarin, sementara titik di sini dan Gejlik masih dalam proses pengerjaan. Kedalaman lubang bervariasi, bahkan ada yang lebih dari 10 sentimeter,” jelasnya.

Ia pun mengimbau para pengguna jalan agar tetap berhati-hati, khususnya saat melintas pada malam hari di jalur yang minim penerangan.

“Utamakan keselamatan daripada kecepatan. Jangan terburu-buru, terlebih saat melewati ruas jalan yang rusak,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, Staf Teknik Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal, Slamet Priyono, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi faktor utama munculnya lubang-lubang baru di sejumlah ruas jalan. Oleh karena itu, pihaknya memanfaatkan setiap kesempatan cuaca cerah untuk melakukan penambalan menggunakan Campuran Aspal Panas (CAP).

“Setiap cuaca terang dan tidak hujan, kami maksimalkan untuk menutup lubang, terutama di ruas-ruas jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat,” ujarnya.

Slamet merinci, distribusi aspal panas yang digunakan setiap hari cukup besar. Untuk ruas Wiradesa–Kajen dialokasikan sekitar 10–15 ton aspal, ruas Pemalang–Bantarbolang sekitar 10 ton, dan ruas Kajen–Kalibening sekitar 5 ton.

“Total panjang ruas Wiradesa–Kajen sekitar 14 kilometer masih dalam masa pemeliharaan kontraktor. Sementara sisanya sekitar 5 kilometer kami tangani secara spot-spot atau pada titik tertentu,” tambahnya.

Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal menargetkan seluruh perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu dekat agar masyarakat dapat berkendara dengan aman dan nyaman, terutama menjelang arus mudik Lebaran.

“Insyaallah, kita berdoa sebelum Hari Raya Idulfitri seluruh lubang jalan sudah bisa tertambal,” pungkas Slamet.

Suswanto

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version