*Sarasehan dan sosialisasi pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2025 Kodim 0710 Pekalongan*
Pekalongan, 5 Mei 2025
Sinarpanturatv.id
Dalam rangka persiapan pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2025, Pemerintah Kota Pekalongan beserta Kodim 0710 menyelenggarakan Saresehan dan Sosialisasi di Aula Kelurahan Sapuro Kebulen Kecamatan Pekalongan Barat pada
Hari/tgl. : Senin. 5 Mei 2025
Jam : 15.00 wib sd selesai.
Sarasehan dan Sosialisasi dipimpin oleh Kabid Pemberdayaan dan Kelembagaan DPMPPA Kota Pekalongan, Eni Purwanti, dihadiri oleh Perwira Teritorial Kodim 0710 Lettu inf. Sugiyono, Dan Ramil 01 Pekl Barat, Kapten Arhanud Wiyoto dan
Lurah Sapuro Kebulen H.A. Mahmudin SH.

Adapun Peserta saresehan adalah dari Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan Sapuro Kebulen, serta Warga masyarakat RW 10 – 11 – 12 sebagai lokasi TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2025.
Rencananya TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2025 akan dimulai dengan upacara pembukaan di Lapangan Jerli Sapuro Kebulen tgl 6 Mei 2025 pukul 08.00 wib. yang akan dibuka oleh Walikota Pekalongan selaku inspektur Upacara.
Pelaksanaan phisik TMMD akan mengerjakan pengecoran jalan kampung di RW 10-11-12 Kelurahan Sapuro Kebulen. volume 157 m x 1,9 m x 20 cm. dengan Anggaran sebesar Rp. 138.000.000,-
Selain kegiatan phisik, TMMD juga akan di isi pula dengan kegiatan non phisik, berupa penyuluhan
sebanyak 3 x pertemuan dengan materi antara lain wawasan kebangsaan dari Kodim 0710, kamtibmas dari Polres Pekalongan Kota, Kenakalan remaja & Narkoba, Kesehatan, Kesehatan, kebersihan Lingkungan dan Digital Marketing.
Dalam Saresehan dan Sosialisasi tersebut diharapkan Keterlibatan masyarakat di sekitar lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung sangat penting untuk menunjang keberhasilan program ini. Keterlibatan tersebut meliputi beberapa aspek berikut:
1. Partisipasi Tenaga Kerja.
(Gotong Royong)
Masyarakat secara sukarela ikut bekerja dalam kegiatan fisik seperti pembangunan jalan,
Mereka ikut dalam kegiatan harian bersama personel TNI, seperti pengangkutan material, penggalian, atau pengecoran.
Masyarakat juga bisa menyediakan lahan jika dibutuhkan untuk pelebaran jalan atau pembangunan fasilitas umum.
2. Dukungan Logistik dan Konsumsi
Warga turut membantu penyediaan konsumsi harian bagi personel TMMD, misalnya dalam bentuk bantuan makanan ringan.
3. Partisipasi dalam Kegiatan Non-Fisik
Masyarakat ikut dalam penyuluhan atau sosialisasi yang digelar, seperti tentang kesehatan, pertanian, hukum, wawasan kebangsaan, dan bahaya narkoba.
Perempuan dan remaja juga dilibatkan dalam kegiatan pelatihan keterampilan seperti digital Marketing kerajinan, tata boga, atau pelatihan usaha mikro.
4. Pemeliharaan Hasil TMMD
Setelah program TMMD selesai, masyarakat bertanggung jawab dalam menjaga dan merawat hasil pembangunan agar tetap berfungsi dan bermanfaat jangka panjang.
(Istiadi Boesro)



