Media Sinarpantura TV
Pekalongan, 11 Juli 2025
— Suasana memanas terjadi di Desa Sijambe, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, pada Jumat siang (11/07).
Ratusan warga mendatangi balai desa untuk menuntut pemecatan Sekretaris Desa (Sekdes), menyusul mosi tidak percaya terhadap kinerjanya, terutama dalam pengelolaan Dana Desa tahun anggaran 2024.
Tuntutan Warga dan Respons Kepala Desa
Massa mengancam akan menyegel balai desa jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. Setelah melalui dialog yang cukup alot, Kepala Desa Sijambe, Wahidin, akhirnya menandatangani surat pemecatan Sekdes. Keputusan tersebut diambil dengan berat hati, namun dianggap sebagai langkah terbaik untuk menjaga stabilitas dan keamanan di lingkungan desa.
Dukungan dari Lembaga Desa
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Roni, menegaskan bahwa keputusan pemberhentian Sekdes bukan semata tekanan massa, melainkan hasil dari musyawarah warga dan tokoh-tokoh desa. “Ini suara rakyat. Kami hanya meneruskan apa yang menjadi keresahan warga,” ujarnya.
Akar Permasalahan: Dana Desa 2024
Ketidakpuasan warga terhadap pengelolaan dana desa menjadi pemicu utama ketegangan. Dugaan penyimpangan atau ketidakterbukaan dalam penggunaan anggaran membuat warga geram dan merasa hak mereka sebagai masyarakat terabaikan.
Langkah Antisipatif dan Harapan Kades
WAHIDIN
Kepala Desa Sijambe Wonokerto Pekalongan
Dalam keterangannya, Kades Wahidin menyampaikan harapan agar masyarakat tetap solid dan tidak terprovokasi. Ia juga menegaskan bahwa pihak desa siap menghadapi segala proses hukum yang mungkin ditempuh oleh pihak Sekdes.
“Keputusan ini bukan untuk menyudutkan siapa pun, tapi demi kedamaian bersama. Kami ingin desa ini tetap kondusif,” tegas Wahidin.
Red/SP



