Pekalongan | SinarpanturaTV.id.
—Setelah melui proses kegiatan acara tasyakuran sedekah bumi dengan warga masyarakat, Pemerintah Desa Ketanon Ageng, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan gelar acara puncak pagelaran wayang golek pada jumat malam tanggal 8-5-2026.
Pagelaran wayang golek ngudi laras dipusatkan dibelakang Balai desa, menampilkan Ki Dalang Hadi Tasmoyo dari Wonopringgo Pekalongan dengan lakon Adipati Kluwok.
Dalam sambutan pidato Kepala Desa ketanon Ageng Jambari menyampaikan “Atas nama, Perkenankan kami dari Pemerintah Desa sekaligus mewakili panitia, kami sangat mengucapkan terima kasih kepada segenap para donasi, segenap para donatur yang telah memberikan sumbang siurnya kepada Pemerintah Desa, sehingga bisa terselenggara acara sedekah bumi yang sudah hampir 24 tahun ini baru muncul sekali ada wayangan”,ucapnya.
Sehingga dengan harapan dengan adanya kegiatan sedekah bumi ini semuanya akan menjadi barokah, baik tanah yang diinjak maupun yang menginjaknya, baik yang ditanam atapun yang menanamnya, akan menjadi hasil yang melimpah ruah, sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang berguna bagi diri atau keluarganya”, ujar Jambari.
Jambari menambahkan ada beberapa yang perlu diketahui diantaranya adalah, sumbangan-sumbangan dari warga kami ucapkan terima kasih sekali lagi, pada masyarakat desa yang dengan sengkuyung yang telah mengulurkan tangan dan alhamdulillah bisa terkumpul terselenggaranya acara ini, dengan satu harapan mudah-mudahan ditahun-tahun mendatang kita bisa melaksanakan agenda lagi, kalau tahun ini wayang mungkin tahun berikutnya bisa melangkah dengan acara yang lain”, tutup Jambari.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman S.S.M.S., melalui Camat Sragi Slamet Riyanto mengatakan beliau mohon maaf pada panjenengan semua beliau tidak bisa hadir secara pribadi, beliau juga menitipkan pesan untuk panjenengan semua, yang pertama tetap jaga persatuan dan kesatuan panjenengan semua, beliau maturnuwun karena desa sudah melaksanakan sedekah bumi ataupun legenonan”, ucapnya.
Slamet Riyanto menambahkan yang mana panjenengan semua baru atau melaksanakan kegiatan ini disamping untuk bersyukur pada allah taalah, atas limpahkan hasil bumi panjenengan yang melimpah juga sekaligus nguri-uri budoyo, sekali lagi nguri-uri budoyo, nguri-uri budoyo itu bukan tangung jawab Pemerintah saja, tapi tanggung jawab kita bersama”, pungkasnya.
Kang Sahuri




