PEMALANG, Sinarpantura TV
Sebuah proyek pengaspalan jalan di Desa Kendalrejo, Kecamatan Petarukan, Pemalang, kini menjadi sorotan tajam.
Jalan yang dibangun dengan dana Banprov Jawa Tengah tahun 2025 senilai Rp205 juta itu, ternyata baru seumur jagung… sudah rusak parah.
Aspalnya tipis, mudah mengelupas, bahkan di beberapa titik sudah ditumbuhi rumput.
Tim KPK Yel-RI menilai, kerusakan ini akibat kurangnya lapisan pondasi agregat dan lemahnya proses pemadatan.
Ironisnya, proyek sepanjang 465 meter dengan lebar 2,5 meter itu justru disebut sebagai aspirasi politik, bukan kebutuhan teknis desa.
Kepala Desa Kendalrejo, Titik, mengaku kaget melihat kondisi jalan tersebut, dan menegaskan bahwa pihak desa hanya sebatas penerima manfaat.
Di sisi lain, sorotan semakin panas ketika muncul dugaan intimidasi terhadap jurnalis yang meliput kasus ini.
Ketua DPD IWOI Pemalang, Suswanto, S.E., C.F.L.E., dengan tegas mengecam.
Menurutnya, pers bekerja menjalankan fungsi kontrol sosial, dan setiap bentuk ancaman terhadap wartawan adalah pelecehan terhadap kebebasan pers.
Sampai berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek masih bungkam… tanpa memberikan klarifikasi resmi.
Red/SP



