banner 728x90

Prof. Sutan Nasomal: Presiden Prabowo Diminta Tak Diam, Lampu Merah Dari Rakyat Sudah Menyala

banner 468x60

Prof. Sutan Nasomal: Presiden Prabowo Diminta Tak Diam, Lampu Merah Dari Rakyat Sudah Menyala

Media sinarpantura TV

banner 325x300

– Pakar Hukum Internasional, Prof. DR. KH. Sutan Nasomal SH, MH, mengingatkan Presiden Republik Indonesia, Jenderal Haji Prabowo Subiyanto, untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi krisis ekonomi yang semakin mendalam. Menurut Prof. Sutan, masyarakat Indonesia kini berada di titik kritis, dengan dampak besar dari praktik judi online yang terus merajalela, menguras perekonomian rakyat, dan merusak negara.

“Praktik judi online sudah seperti penyakit yang menggerogoti bangsa. Uang rakyat yang seharusnya berputar dalam perekonomian, kini justru tersedot ke luar negeri, meninggalkan dampak buruk terhadap daya beli masyarakat. Ini harus segera dihentikan!” tegasnya.

Prof. Sutan juga menyoroti lambannya tindakan dari pemerintah, khususnya Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yang seakan lupa akan tugas utama mereka untuk memberantas situs judi online. “Harus ada kerjasama lebih intens antara pemerintah dan kepolisian, serta tindakan tegas terhadap oknum penegak hukum yang melindungi praktik ilegal ini,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Sutan menjelaskan bahwa sektor ekonomi Indonesia semakin terpuruk. “Perekonomian makin lemah, lapangan pekerjaan semakin langka, dan rakyat semakin kesulitan. Kondisi ini sudah menyebabkan banyak usaha kecil, seperti pedagang warung dan penjual barang bekas, kesulitan bertahan. Bahkan, mereka terpaksa berhutang untuk menambah modal,” jelasnya.

Tingkat pengangguran pun semakin melonjak, sementara kebijakan pemerintah yang menaikkan pajak dianggap tidak manusiawi dan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945 serta Pancasila. “Pemerintah seharusnya hadir untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mensejahterakan rakyat, bukannya mempersulit mereka,” ujar Prof. Sutan.

Keluhan masyarakat semakin terdengar di berbagai sektor, seperti para pedagang elektronik yang menghadapi lesunya pasar akibat melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS. “Perekonomian semakin terpuruk, dan program-program pemerintah terkait ketahanan pangan dan pembangunan terasa seperti dongeng belaka. Kepala daerah dari gubernur hingga tingkat bawah hanya sibuk dengan pencitraan di media sosial, tanpa memperhatikan kondisi nyata masyarakat,” imbuhnya.

Kondisi ini semakin diperparah dengan tekanan perang dagang antara China dan AS yang telah berlangsung selama tujuh tahun, yang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia. Prof. Sutan menekankan perlunya langkah lebih tegas dari pemerintah untuk melindungi pasar dan ekonomi nasional, termasuk menggandeng negara-negara maju di Asia, Eropa, dan Rusia dalam sektor pariwisata serta pembangunan.

“Presiden Prabowo memiliki kekuatan untuk mengubah situasi ini. Tapi itu semua tergantung pada kebijakan yang diambil dan seberapa tegas pemerintah dalam menghadapi situasi darurat ini,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar instrumen pemerintahan tidak semakin memperburuk keadaan dengan kebijakan-kebijakan yang menyulitkan rakyat, yang sudah merasakan betapa beratnya kondisi ekonomi saat ini. “Jangan sampai rakyat semakin terpuruk, dan jangan biarkan politik praktis mengorbankan kesejahteraan mereka. Rakyat sudah cukup pintar untuk membaca situasi, dan mereka tak lagi bisa ditipu dengan retorika kosong,” tambah Prof. Sutan.

Dalam penutupan, Prof. Sutan menegaskan bahwa Indonesia harus segera bangkit dari krisis ini. “Kita tak boleh membiarkan negara ini semakin miskin, hanya dikuasai oleh para kapitalis yang hanya menguntungkan diri mereka sendiri,” tegasnya.

Narasumber : PROF DR KH SUTAN NASOMAL SH,MH

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version