banner 728x90

Prof. Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Bentuk Tim Validasi Data Kemiskinan dan Lakukan Reformasi Pemerintahan

banner 468x60

Media Sinarpantura TV

– Pakar Hukum Internasional sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu ASS SAQWA PLUS, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH, meminta Presiden RI Jenderal Haji Prabowo Subianto segera membentuk tim khusus untuk memverifikasi keakuratan data kemiskinan di Indonesia. Ia menilai angka resmi yang selama ini dirilis pemerintah kerap tidak mencerminkan realitas di lapangan.

banner 325x300

“Indonesia saat ini tercatat sebagai negara dengan tingkat kemiskinan tertinggi kedua di dunia setelah Zimbabwe. Ini kondisi darurat. Pemerintah perlu mengambil langkah konkret, salah satunya menghidupkan kembali program transmigrasi seperti yang pernah dijalankan Presiden Soeharto,” ujar Prof. Sutan saat diwawancarai awak media melalui sambungan telepon.

Menurutnya, masih banyak wilayah dan lahan kosong di Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk transmigrasi sebagai solusi jangka panjang pengentasan kemiskinan. Ia juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi menyeluruh, mulai dari tingkat akar rumput hingga kementerian.

“Indonesia ini tanahnya subur. Tongkat ditancap pun bisa tumbuh. Tapi kenyataannya kita masih bergelut dengan kemiskinan. Ini ironi yang tak bisa terus dibiarkan,” tambahnya.

Prof. Sutan juga mengkritik keras sejumlah menteri dan gubernur yang dinilainya tidak memiliki konsep dan visi kerja yang jelas. Ia menyebut mereka sering saling menyalahkan ketika membahas angka kemiskinan, padahal yang dibutuhkan adalah solusi nyata, bukan polemik.

Prof. Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Bentuk Tim Validasi Data Kemiskinan dan Lakukan Reformasi Pemerintahan

“Seperti pedagang yang dagangannya tidak laku, para pejabat ini tampak kebingungan ketika harus menjawab soal data kemiskinan. Bahkan efisiensi anggaran pun masih diperdebatkan, padahal kebutuhan rakyat mendesak,” ungkapnya.

Menggambarkan ketidakpastian data kemiskinan yang ada, Prof. Sutan menyitir komentar rakyat kecil. “Tukang gorengan saja tahu, kalau minyak tidak panas, hasilnya tidak maksimal. Sama halnya dengan program pemerintah yang setengah hati, hasilnya tidak akan menyelesaikan masalah rakyat miskin.”

Ia pun menegaskan, meningkat atau menurunnya angka kemiskinan sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan nasional. Menurutnya, banyak menteri membawa visi dari partai masing-masing, bukan visi pembangunan bangsa.

Terakhir, Prof. Sutan menyerukan kepada Presiden Prabowo untuk tidak ragu melakukan perombakan kabinet dan mengganti pejabat-pejabat daerah yang tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

“Jika ada gubernur gelisah ketika menerima data kemiskinan, itu tandanya ia tak punya konsep kerja yang jelas. Maka sudah saatnya dilakukan evaluasi besar-besaran. Bersihkan pemerintahan dari akar hingga pucuk dari elemen-elemen yang justru menghambat pembangunan,” tegas Prof. Sutan

Narasumber:

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH

Pakar Hukum Internasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal KOMPII, Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS

Kontak: 08118419260

 

 

 

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version