banner 728x90

Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Presiden RI: Tindak Tegas Mafia Ilegal Black Stone di Gorontalo

banner 468x60

 

Gorontalo. Sinarpantura TV

banner 325x300

– Pakar Hukum Internasional sekaligus ekonom, Prof. Dr. Sutan Nasomal, mendesak Presiden RI, H. Prabowo Subianto, untuk segera memerintahkan Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut tuntas praktik ilegal perdagangan Black Stone di Gorontalo. Kasus yang diduga melibatkan jaringan mafia ini dinilai telah merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah dan semakin melemahkan wibawa hukum Indonesia.

“Putusan bebas terhadap empat WNA pelaku ilegal Black Stone yang pernah disidangkan di PN Gorontalo justru membuat jaringan mafia semakin kuat. Banyak aktivis dibungkam, sementara penegakan hukum di daerah berjalan setengah hati,” tegas Prof. Sutan dalam pernyataannya.

 

Sejumlah laporan menyebutkan, aparat Polda dan Polres Bone Bolango pernah mengamankan kontainer serta dump truck berisi material Black Stone. Namun, penanganan kasus tersebut tak pernah tuntas. Barang bukti tidak berujung pada penjeratan aktor intelektual, sehingga dugaan keterlibatan pemain besar tetap tak tersentuh hukum.

Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Presiden RI: Tindak Tegas Mafia Ilegal Black Stone di Gorontalo

Beredar pula informasi mengenai dua nama berinisial KEN dan WAR yang disebut-sebut sebagai pengendali utama rantai ilegal niaga Black Stone dari hulu hingga hilir. Menurut Prof. Sutan, kondisi ini menegaskan perlunya intervensi pusat.

“Jangan biarkan penegakan hukum hanya berhenti di penangkapan barang sitaan. Presiden harus segera memerintahkan Kejagung untuk menindak para mafia besar yang jelas-jelas merugikan negara,” ujarnya.

Prof. Sutan menekankan bahwa praktik Black Stone ilegal ini bukan perkara kecil. “Ini bukan sekadar perdagangan mineral, melainkan sudah masuk ranah mafia transnasional. Jika negara tidak tegas, kerugiannya bukan hanya pada keuangan negara, tapi juga pada wibawa hukum Indonesia,” katanya.

Ia juga menilai Polri tidak bisa dibiarkan bekerja sendirian. “Kasus sebesar ini harus dibongkar hingga ke otak pelakunya, bukan sekadar operator lapangan,” tegasnya.

Selain aspek hukum, Prof. Sutan juga mengingatkan dampak ekonomi dari praktik ilegal ini. “Mafia Black Stone merusak pasar, menciptakan distorsi harga, dan menghancurkan iklim investasi. Investor yang taat aturan akan hengkang, sementara cukong semakin berkuasa. Ini bahaya besar bagi ekonomi kita,” pungkasnya.

Prof. Dr. Sutan Nasomal, selain dikenal sebagai pakar hukum internasional dan ekonom, juga merupakan Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, serta Pendiri dan Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus Jakarta.

Red/SP

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version