*Presiden Prabowo Diminta Antisipasi Dampak Konflik Israel-Iran terhadap Ekonomi Nasional*

banner 120x600

Jakarta,Sinarpantura TV

– Konflik bersenjata antara Israel, Iran, dan Amerika Serikat telah menyebabkan harga minyak dunia naik mendekati 80 dolar AS per barel. Situasi ini berpotensi mengancam stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia. Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH., MH, Pakar Hukum Internasional dan Ekonomi, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengantisipasi dampak dari konflik tersebut.

 

Menurut Prof. Sutan, Indonesia sangat rentan terdampak oleh konflik ini, terutama pada sektor subsidi energi, nilai tukar rupiah, serta kestabilan harga kebutuhan pokok. Ia menekankan bahwa lonjakan harga minyak mentah akan membebani APBN, terutama pos subsidi BBM yang dianggarkan sebesar Rp26,7 triliun.

 

“Jika tidak segera diantisipasi, lonjakan harga energi akan memicu efek domino: biaya logistik naik, harga bahan pokok melonjak, daya beli rakyat makin tertekan,” ujar Prof. Sutan.

Ia meminta Presiden Prabowo untuk memperkuat kebijakan fiskal dan proteksi ekonomi rakyat. Selain itu, Prof. Sutan juga mengingatkan bahwa jika konflik berkepanjangan dan Iran menutup Selat Hormuz, jalur utama perdagangan minyak dunia, maka dunia akan menghadapi gelombang baru krisis energi yang bisa sangat berat bagi negara berkembang seperti Indonesia.

“Saya mohon dengan rendah hati kepada Presiden H. Prabowo Subianto: susun skenario darurat ekonomi. Perkuat ketahanan energi nasional. Jangan tunggu sampai rakyat tercekik baru kita bergerak,” tutup Prof. Sutan.

Red/SP

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *