Polemik Penolakan Pasien di RSUD M. Ashari Pemalang, Kepercayaan Publik Kian Tergerus

banner 120x600


Polemik Penolakan Pasien di RSUD M. Ashari Pemalang, Kepercayaan Publik Kian Tergerus

Pemalang. Sinarpanturatv..id

— Polemik dugaan penolakan pasien oleh seorang dokter spesialis jantung bernama dr. Andi terhadap pasien Sisono, warga Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, kian menjadi sorotan publik. Kasus ini memicu gelombang kekecewaan masyarakat, khususnya di Kabupaten Pemalang, yang mempertanyakan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Dampak dari peristiwa ini cukup signifikan. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD M. Ashari Pemalang dilaporkan mengalami penurunan. Bahkan, tidak sedikit warga yang mulai membandingkan layanan rumah sakit tersebut dengan rumah sakit swasta yang dinilai lebih profesional, cepat tanggap, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Ironisnya, sebagai fasilitas kesehatan milik pemerintah, RSUD M. Ashari seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan prima dan humanis kepada masyarakat. Namun, realita yang terjadi justru berbanding terbalik, hingga memunculkan stigma negatif di tengah publik.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pengawas Rumah Sakit, Johan Endro Kusuma, melalui pesan singkatnya pada Rabu (15/04), menyampaikan bahwa pihaknya telah merespons isu yang berkembang. Ia menegaskan bahwa Dewan Pengawas mendukung langkah direktur RSUD untuk segera melakukan pembinaan internal serta pembenahan tata kelola rumah sakit.

“Dewan Pengawas telah mendukung langkah direktur untuk melakukan pembinaan dan perbaikan tata kelola RSUD demi peningkatan kualitas pelayanan ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD IWOI Kabupaten Pemalang, Suswanto, S.E., mendesak adanya tindakan tegas dan konkret dari pihak terkait. Ia menilai, persoalan ini tidak hanya sebatas dugaan penolakan pasien, melainkan juga mencerminkan persoalan mendasar dalam kualitas pelayanan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Sudah saatnya ada langkah tegas dan nyata. Bukan hanya menyikapi dugaan penolakan pasien, tetapi juga membenahi pelayanan yang dinilai masih jauh dari harapan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa masih banyak persoalan lain yang perlu segera ditangani. DPD IWOI Kabupaten Pemalang bahkan telah menyiapkan surat resmi yang akan dilayangkan kepada Komisi D DPRD, Gubernur Jawa Tengah, serta Kementerian Kesehatan sebagai bentuk dorongan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di RSUD M. Ashari Pemalang.

Kasus ini diharapkan menjadi momentum penting bagi pihak rumah sakit dan pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi total, guna mengembalikan kepercayaan publik serta memastikan pelayanan kesehatan yang layak, profesional, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

(Redaksi)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *