PKBM Taruna Petarukan Tampung 460 Warga Belajar, Dorong Pendidikan Tanpa Batas Usia
Pemalang, SinarpanturaTV.id
– Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Taruna Petarukan terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Pada tahun ajaran 2025–2026, tercatat sebanyak 460 siswa-siswi mengikuti program pendidikan kesetaraan di lembaga tersebut.
Kepala PKBM Taruna Petarukan, Wahyudi, menjelaskan bahwa PKBM menyediakan berbagai program pendidikan kesetaraan, yakni Paket A setara Sekolah Dasar (SD), Paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Paket C setara Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal tersebut disampaikannya saat ditemui awak media di kantornya pada Senin (27/4/2026).
“PKBM hadir untuk memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat yang belum sempat mengenyam pendidikan formal, dengan program kesetaraan yang diakui setara dengan pendidikan umum,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wahyudi menjelaskan persyaratan pendaftaran bagi calon peserta didik baru. Di antaranya adalah fotokopi ijazah terakhir yang telah dilegalisir, fotokopi Kartu Keluarga (KK), serta pas foto ukuran 3×4 sebanyak empat lembar. Sementara untuk peserta Paket A yang belum memiliki ijazah, cukup melampirkan akta kelahiran sebagai syarat administrasi.
Terkait biaya pendidikan, Wahyudi menyampaikan bahwa peserta didik berusia hingga 24 tahun dapat mengikuti program secara gratis karena didukung oleh bantuan pemerintah bagi anak usia sekolah yang belum bersekolah. Sedangkan bagi peserta di atas usia 24 tahun, dikenakan biaya sebesar Rp50.000 per bulan.
“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk terus belajar, tanpa batasan usia. Bahkan hingga usia 60 tahun pun masih bisa menempuh pendidikan di PKBM,” tambahnya.

Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Pemalang untuk turut berpartisipasi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui pendidikan. PKBM Taruna Petarukan sendiri menyediakan dua sistem pembelajaran, yaitu tatap muka dan daring, guna menyesuaikan kebutuhan peserta didik.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini. Mari bersama-sama mendukung program pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang inklusif dan fleksibel,” pungkasnya.
(Karsono)



