Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Prof. Sutan Nasomal Tagih Komitmen Presiden Prabowo

banner 120x600

JAKARTA .sinarpanturatv.id

– Lonjakan angka pengangguran terdidik yang kini menembus lebih dari satu juta sarjana di Indonesia mendapat sorotan tajam. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto didesak segera mengambil langkah nyata guna menyerap potensi para lulusan perguruan tinggi ke berbagai sektor strategis, mulai dari kementerian, BUMN, hingga swasta.

Pakar Hukum Internasional sekaligus Ekonom, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H., menegaskan bahwa penyelesaian pengangguran sarjana memerlukan instruksi langsung dari Kepala Negara kepada kementerian terkait untuk melakukan pendataan dan penyaluran tenaga kerja sesuai kualifikasi bidang masing-masing.

“Langkah jitu ini perlu dibuktikan dan diwujudkan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto. Penyerapan sarjana dari Sabang sampai Merauke harus menjadi prioritas agar potensi intelektual generasi muda tidak terabaikan,” ujar Prof. Sutan Nasomal dalam keterangannya kepada awak media nasional dan internasional, Jumat (28/8/2026).

Soroti Iklim Investasi dan Relokasi Industri

Menurut Prof. Sutan, tantangan ketenagakerjaan semakin berat akibat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) serta migrasi pabrik dan perusahaan multinasional ke negara lain. Ia menilai pembenahan sistem dan birokrasi yang menghambat investasi menjadi syarat mutlak untuk memulihkan kepercayaan pemodal global.

“Tidak mungkin menanam padi di atas gurun yang tandus dan keras. Kepercayaan pengusaha dunia untuk menanamkan modal di Indonesia harus dipulihkan dengan memperbaiki sistem dan mekanisme berusaha di dalam negeri,” tegasnya.

Dorong Sarjana Bangun Ekosistem Usaha Mandiri

Di samping menuntut langkah konkret pemerintah, Prof. Sutan mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan konvensional. Ia mendorong para sarjana berkolaborasi membangun kelompok kerja usaha mandiri yang padat karya di daerah masing-masing.

Beberapa langkah strategis yang ditekankan:

Penguasaan Sektor Potensial: Memanfaatkan peluang integratif di bidang pertanian modern, industri permesinan, dan teknologi informasi.

Kolaborasi Kelompok: Membentuk wadah usaha bersama di tingkat lokal guna menembus pasar nasional maupun internasional.

Kemandirian Finansial: Beralih dari mentalitas pencari kerja dengan upah minim menjadi inisiator dan pencipta lapangan kerja baru.

“Jangan menunggu hujan dari langit sementara air di tempayan dibuang sia-sia. Jangan hanya menunggu belas kasihan ketika kita sesungguhnya mampu mandiri. Bentuklah jaringan kelompok kerja sarjana dan mulailah berkarya,” pungkasnya.

Profil Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H.

Pakar Hukum Internasional & Ekonom

Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (Association of Young Indonesian Advocates)

Presiden Partai Oposisi Merdeka / Jenderal Kompii

Rektor Univ. STIA-STIH Pronass

Pendiri & Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus (Kontak/Konsultasi: +62 811-8419-260)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *