banner 728x90

Pemprov Jateng Genjot Produktivitas Pertanian Pemalang, Bantuan Alsintan hingga Pompa Air Digelontorkan

banner 468x60

PEMALANG. sinarpanturatv.id

— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Pemalang. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat dukungan kepada kelompok tani melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti traktor, combine harvester, pompa air, hingga bantuan benih.

banner 325x300

Menurut Luthfi, Pemalang merupakan salah satu dari lima besar daerah penyangga produksi padi di Jawa Tengah. Karena itu, penguatan sektor pertanian di daerah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan di Jawa Tengah.

“Alat-alat pertanian dan pompa kita geser ke sini. Kita juga ada dua mekanisme penanganan lahan pertanian, yaitu sawah tadah hujan dengan perpompaan dan perpipaan, kemudian sawah irigasi dengan optimalisasi jaringan irigasi tersier,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa pola tanam dan panen di setiap wilayah disesuaikan dengan karakteristik lahan serta ketersediaan air.

Untuk wilayah Pantura, termasuk kawasan Kedungbanjar, umumnya petani dapat menjalani dua musim panen padi yang diselingi dengan komoditas pertanian lainnya. Namun, di sejumlah daerah yang memiliki dukungan air memadai, pola tanam dapat ditingkatkan hingga tiga kali dalam setahun.

Menurut Frans, penerapan pertanian modern melalui metode PMAS (Pertanian Modern Agriculture Advance System) menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menekan biaya produksi.

Selain itu, Pemprov Jateng juga menjalankan program Pilar Jateng yang menyediakan pemetaan secara lebih detail mengenai kondisi lahan, infrastruktur pertanian, jaringan irigasi, serta kebutuhan alat dan mesin pertanian.

Pemetaan tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan bentuk intervensi yang tepat bagi masing-masing kelompok tani.

“Dari situ kita bisa tentukan intervensi atau bantuan yang akan diberikan kepada kelompok tani,” ujarnya.

Dukungan pemerintah melalui bantuan alat pertanian juga mendapat apresiasi dari Ketua Kelompok Tani Sri Berkah 1 Tegalmlati, Kecamatan Petarukan. Ia menilai keberadaan combine harvester sangat membantu petani, terutama dalam menekan biaya produksi dan mempercepat proses panen.

Selama ini, kelompok tani harus mendatangkan mesin panen dari daerah lain. Kondisi tersebut kerap membuat proses panen terlambat karena harus menunggu ketersediaan mesin.

“Terima kasih atas bantuan combine harvester ini. Biasanya kami datangkan dari daerah lain. Pada musim tanam satu kita kadang telat panen karena menunggu mesin dari daerah lain, itu juga mempengaruhi harga gabah,” ungkapnya.

Dengan adanya bantuan combine harvester, petani berharap proses panen dapat dilakukan lebih cepat dan tepat waktu. Selain mengurangi biaya operasional, ketersediaan alsintan di tingkat kelompok tani diharapkan mampu menjaga kualitas hasil panen dan membantu petani memperoleh harga gabah yang lebih baik.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat modernisasi pertanian di Pemalang, sehingga daerah penyangga pangan tersebut mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi kesejahteraan petani.

Karsono

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version