banner 728x90

*PELATIHAN DIGITALISASI PEMASARAN BUMDES TIRTA ARUM GANDENG UNIVERSITAS PEKALONGAN, TINGKATKAN PEMANFAATAN WEBSITE DAN E-TICKETING*

banner 468x60

Pekalongan, 19 Mei 2025

Sinarpanturatv.id

banner 325x300

Kolam Renang Tirta Arum tengah melakukan transformasi layanan berbasis digital. Sejak Januari 2025, sistem website dan e-ticketing yang dikembangkan oleh Tim PKM Universitas Pekalongan telah resmi diluncurkan dan dapat diakses melalui laman www.tirta-arum.com.

 

Meski sistem e-ticketing ini sudah diimplementasikan dan berjalan optimal, Pengunjung masih memilih membeli tiket langsung di loket, yang menandakan perlunya upaya sosialisasi dan penguatan strategi pemasaran digital secara lebih masif.

Permasalahan ini menjadi dasar utama diadakannya kegiatan Pelatihan Teknologi Digital: Optimalisasi Website, E-Ticketing, dan Video Marketing untuk Digitalisasi Pemasaran Kolam Renang Tirta Arum yang berlangsung pada Sabtu, 17 Mei 2025, pukul 08.00–12.00 WIB di Balaidesa Sumurjomblangbogo Kec. Bojong kab. Pekalongan.

Pelatihan ini diikuti oleh kurang lebih 10 orang pengelola BUMDes Tirta Arum dan menghadirkan narasumber dari kalangan dosen dan mahasiswa Universitas Pekalongan.

Pelatihan dibuka dengan materi pemasaran kolam renang yang disampaikan oleh Ibu Dr. Wenti Ayu Sunarjo, S.Kom., M.M.

*PELATIHAN DIGITALISASI PEMASARAN BUMDES TIRTA ARUM GANDENG UNIVERSITAS PEKALONGAN, TINGKATKAN PEMANFAATAN WEBSITE DAN E-TICKETING*

Ia menjelaskan pentingnya memahami karakteristik wisatawan lokal serta bagaimana menciptakan kampanye pemasaran yang dekat dengan masyarakat.

Wenti menekankan bahwa dalam konteks kolam renang seperti Tirta Arum, strategi promosi harus bersifat kekeluargaan, menyentuh kebutuhan hiburan warga sekitar, dan memanfaatkan momentum libur akhir pekan atau musim liburan anak sekolah. Ia juga menambahkan bahwa pendekatan komunitas dan pengalaman pelanggan menjadi kunci untuk menciptakan loyalitas.

Selanjutnya, Bapak Ari Muhardono, S.Kom., M.Kom., membawakan materi tentang strategi branding website sebagai ujung tombak pemasaran digital. Dalam paparannya, Ari menjelaskan bahwa sebuah website bukan sekadar tampilan visual, tetapi merupakan media utama untuk membangun

kepercayaan dan mendorong konversi penjualan. Ari juga menekankan pentingnya optimasi SEO agar website mudah ditemukan oleh calon pengunjung melalui kata kunci relevan seperti “kolam renang Pekalongan” atau “tiket kolam murah”. Strategi ini dinilai krusial untuk meningkatkan visibilitas di mesin pencari. Selain itu, website juga disarankan untuk menghadirkan CTA (Call to Action) yang kuat dan terintegrasi langsung dengan sistem pemesanan tiket. Termasuk pula menambahkan fitur WhatsApp Chat untuk konsultasi dan pemesanan instan.

Ari menegaskan bahwa promosi yang masif melalui berbagai kanal—baik media sosial, Google, maupun platform lokal—akan sangat membantu meningkatkan traffic kunjungan ke website. Pada akhirnya, peningkatan traffic ini akan berdampak langsung pada optimalisasi penggunaan sistem e-ticketing oleh konsumen, sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, dan terjangkau.

Sesi ketiga menghadirkan Bapak Daru Anggara Murty, S.Ds., M.M yang membahas konten marketing sebagai strategi promosi berkelanjutan. Daru memperkenalkan konsep 3E (Educate, Entertain, dan Engage) dalam membuat konten digital. Ia mencontohkan bagaimana membuat narasi pendek seputar pengalaman pengunjung, tips berenang aman untuk anak-anak, hingga video singkat promosi tiket promo akhir pekan. Daru juga mengingatkan agar setiap konten media sosial mengandung pesan jelas yang mendorong masyarakat untuk mencoba membeli tiket secara online.

Materi praktik pembuatan konten digital dibawakan oleh Wafa dan Tarishma, dua mahasiswa Universitas Pekalongan yang juga aktif sebagai konten kreator. Dalam sesi ini, keduanya tidak hanya memandu secara teknis, tetapi juga berbagi best practice dalam strategi konten marketing yang telah terbukti efektif di media sosial, khususnya Instagram dan TikTok. Mereka menekankan bahwa kekuatan konten tidak sekadar pada visual yang menarik, tetapi juga pada kemampuan menyampaikan cerita yang menyentuh secara emosional kepada calon pengunjung.

Peserta diajak memahami prinsip dasar konten marketing yang mengacu pada pendekatan AIDA—Attention, Interest, Desire, dan Action. Konten yang diunggah harus mampu menarik perhatian melalui visual yang unik, membangun minat dengan informasi yang relevan, membangkitkan keinginan dengan menunjukkan keseruan, dan akhirnya mendorong tindakan seperti membeli tiket secara online. Selain itu, Wafa dan Tarishma juga menjelaskan pentingnya memilih platform yang tepat: Instagram untuk tampilan estetik dan membangun branding, serta TikTok untuk konten yang lebih dinamis dan cepat viral. Melalui sesi ini, peserta tidak hanya mendapat wawasan teknis, tetapi juga strategi konten yang aplikatif untuk memperkuat daya tarik digital Kolam Renang Tirta Arum secara berkelanjutan.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta aktif berbagi pengalaman dan rencana tindak lanjut. Teddy, anggota tim IT Bumdes, mengaku pelatihan ini membuka perspektif baru tentang pentingnya keterpaduan antara sistem teknologi dan strategi promosi. “Saya jadi tahu bagaimana website itu harus didukung oleh konten yang kuat, bukan hanya tampil menarik tapi juga mengajak orang bertindak,” ujarnya.

Sementara Furqon, petugas loket, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberinya pemahaman baru tentang cara membantu promosi meskipun ia bukan bagian dari tim pemasaran. “Ternyata saya juga bisa bikin video pendek untuk promosi. Saya mau mulai ikut bantu upload ke Instagram resmi kolam,” katanya semangat.

Direktur BUMDes Tirta Arum, Purwo Aji, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim dari Universitas Pekalongan.

Ia mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjadi titik awal pembenahan sistem promosi secara digital dan menyusun strategi pemasaran jangka panjang. “Kami sangat terbantu dengan ilmu dan praktik yang diberikan hari ini. Setelah ini, kami akan lebih serius mempromosikan website dan sistem e-ticketing kami, agar masyarakat tahu bahwa tiket Tirta Arum bisa dipesan online dengan mudah,” ujarnya.

Pelatihan ini tidak hanya menjadi solusi dari minimnya pemanfaatan sistem digital yang sudah tersedia, tapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan pembangunan desa berbasis digital. Diharapkan, pelatihan ini menjadi awal dari percepatan transformasi digital layanan wisata di tingkat desa dan menumbuhkan ekosistem pariwisata lokal yang adaptif dan berdaya saing.

(Istiadi Boesro)

 

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version