*Pakar Hukum Internasional Kecam Kejahatan terhadap Wartawan di Sijunjung Sumatera Barat*
Media sinarpanturatv.id
– Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, S.Pd.I, S.E., S.H., M.H, LLB. LLM., PhD, seorang pakar hukum pidana internasional dan Presiden Partai Oposisi Merdeka, mengecam keras kekerasan yang dialami oleh empat wartawan di Sijunjung, Sumatera Barat.
Ke empat wartawan itu, yakni Suryani (Nusantararaya.com), Jenni (Siagakupas.com), Safrizal (Detakfakta.com), dan Hendra Gunawan (Mitrariau.com),
mengalami kekerasan, perampokan, dan pemerasan oleh kelompok mafia tambang dan BBM subsidi di Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung.
Prof. Sutan Nasomal menyebutkan bahwa kejadian ini merupakan bukti nyata bahwa kebebasan pers di Indonesia masih dalam bayang-bayang kekerasan dan ancaman para mafia. Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini tidak boleh dibiarkan dan harus diusut tuntas oleh pihak berwenang.
“Kita sedang menghadapi era di mana mafia semakin berani, sementara aparat penegak hukum malah terkesan semakin tidak berdaya. Jika tidak ada tindakan tegas, maka kebebasan pers akan mati, dan masyarakat akan terus dibodohi oleh informasi yang dikendalikan oleh kelompok tertentu,” tegas Prof. Sutan Nasomal.
Ia juga meminta kepada seluruh wartawan untuk tidak menyerah dengan aksi-aksi yang dilancarkan para preman dan untuk terus melaksanakan tugas dengan berpatokan kepada aturan.
Red/SP
*Pakar Hukum Internasional Kecam Kejahatan terhadap Wartawan di Sijunjung Sumatera Barat*
Media sinarpanturatv.id
– Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, S.Pd.I, S.E., S.H., M.H, LLB. LLM., PhD, seorang pakar hukum pidana internasional dan Presiden Partai Oposisi Merdeka, mengecam keras kekerasan yang dialami oleh empat wartawan di Sijunjung, Sumatera Barat.
Ke empat wartawan itu, yakni Suryani (Nusantararaya.com), Jenni (Siagakupas.com), Safrizal (Detakfakta.com), dan Hendra Gunawan (Mitrariau.com),
mengalami kekerasan, perampokan, dan pemerasan oleh kelompok mafia tambang dan BBM subsidi di Tanjung Lolo, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung.
Prof. Sutan Nasomal menyebutkan bahwa kejadian ini merupakan bukti nyata bahwa kebebasan pers di Indonesia masih dalam bayang-bayang kekerasan dan ancaman para mafia. Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini tidak boleh dibiarkan dan harus diusut tuntas oleh pihak berwenang.
“Kita sedang menghadapi era di mana mafia semakin berani, sementara aparat penegak hukum malah terkesan semakin tidak berdaya. Jika tidak ada tindakan tegas, maka kebebasan pers akan mati, dan masyarakat akan terus dibodohi oleh informasi yang dikendalikan oleh kelompok tertentu,” tegas Prof. Sutan Nasomal.
Ia juga meminta kepada seluruh wartawan untuk tidak menyerah dengan aksi-aksi yang dilancarkan para preman dan untuk terus melaksanakan tugas dengan berpatokan kepada aturan.
Red/SP



