banner 728x90

Meriahkan Tradisi Syawalan, Ribuan Warga Pekalongan Sambut Kirab Gunungan Megono dengan Sukacita

Oplus_131072
banner 468x60

Meriahkan Tradisi Syawalan, Ribuan Warga Pekalongan Sambut Kirab Gunungan Megono dengan Sukacita

 

banner 325x300

Pekalongan. Sinarpantura TV

 

– Suasana penuh sukacita menyelimuti obyek wisata Linggoasri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, pada Senin (7/4/2025). Ribuan warga tumpah ruah memadati lokasi untuk menyambut Tradisi Syawalan Kirab Gunungan Megono, sebuah warisan budaya yang selalu dinantikan setiap sepekan usai Hari Raya Idul Fitri.

Kirab ini menjadi ikon kebanggaan masyarakat Pekalongan, dimulai dengan arak-arakan Gunungan Megono dan gunungan hasil bumi dari 19 kecamatan. Gunungan-gunungan tersebut menjulang tinggi, dihiasi dengan hasil panen terbaik warga, seperti padi, sayuran, buah-buahan, dan makanan khas daerah. Keindahan ini memamerkan kekayaan alam serta budaya tanah Santri yang tak tergantikan.

Puncak acara dimulai dengan upacara pembukaan yang megah, dilanjutkan dengan penampilan kesenian tradisional yang menggugah semangat dan rasa cinta terhadap budaya lokal. Denting gamelan, lenggak-lenggok tarian, dan semaraknya kostum warna-warni membuat seluruh kawasan Linggoasri terasa hidup dan berwarna.

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat dari berbagai penjuru hadir dalam prosesi ini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa haru dan bangga atas terlaksananya acara yang sarat makna ini.

“Tradisi Syawalan ini adalah warisan luhur yang harus kita jaga dan lestarikan. Hari ini, setiap kecamatan menunjukkan hasil buminya dengan bangga. Ini bukan sekadar kirab, tapi simbol keberkahan dan persatuan,” ujar Fadia.

Sebagai penutup yang tak kalah seru, digelar lomba gunungan terbaik dengan antusiasme tinggi. Kecamatan Talun berhasil meraih juara pertama berkat gunungan hasil bumi yang memukau. Kecamatan Wiradesa dan Doro menyusul di posisi kedua dan ketiga. Sementara itu, Wonokerto terpilih sebagai juara favorit, Karanganyar menyabet gelar gunungan terunik, Wonopringgo dinobatkan sebagai peserta paling heboh, dan Tirto sebagai yang paling inspiratif. Adapun Kecamatan Kesesi mendapat penghargaan sebagai peserta paling kompak.

 

Sorak-sorai, tawa bahagia, dan semangat gotong royong mengalir deras, menyatu dalam satu napas kebersamaan di bawah langit Linggoasri. Tradisi Syawalan bukan hanya sebuah pesta budaya, tetapi juga cermin dari cinta masyarakat Pekalongan terhadap akar dan warisan leluhur mereka

 

Red/sus.

 

 

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version