Hasil Uji Lab Dinkes Pemalang Keluar: Dugaan Keracunan MBG Ulujami Dipastikan Bukan karena Bakteri
Pemalang,Sinarpanturatv.id
— Dugaan kasus keracunan yang sempat mencuat di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Pelita Prabu Bumirejo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, akhirnya menemukan titik terang. 17 maret 2026
Hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang melalui Labkesda memastikan bahwa makanan yang disajikan aman dari kontaminasi bakteri berbahaya.
Pengelola Dapur MBG SPPG Pelita Prabu Bumirejo, Sigit Raharjo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima dokumen resmi hasil uji laboratorium. Dari delapan sampel makanan yang diperiksa, seluruhnya menunjukkan hasil negatif dari bakteri E. coli.

“Dari hasil uji lab, delapan sampel makanan yang diperiksa semuanya menunjukkan E. coli nol atau negatif. Artinya, tidak ditemukan bakteri coli pada makanan tersebut. Dengan demikian, kejadian yang dialami anak kemarin bukan karena keracunan, melainkan diduga akibat alergi,” jelas Sigit.
Adapun delapan sampel makanan yang diuji meliputi:
Sisa es selasih
Sisa roti
Roti tawar
Telur ceplok
Selada
Timun
Keju
Es selasih

Sementara itu, Kepala SPPG Pelita Prabu Bumirejo, Yahya Noer Widyatno, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan langsung ke rumah keluarga anak yang sempat dirawat.
“Kami sudah bersilaturahmi ke rumah keluarga dan diterima dengan baik. Kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi kami agar ke depan lebih berhati-hati. Kami juga telah membantu biaya pengobatan serta memberikan tali asih sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian,” ujarnya.

Pada Kamis, 19 Maret 2026, tim Sinar Pantura turut mengunjungi kediaman keluarga anak tersebut di Desa Blendung, RT 01 RW 02, Kecamatan Ulujami. Orang tua anak, Risky, menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan dokter yang menangani di rumah sakit, anaknya mengalami dehidrasi berat saat awal dirawat.
“Menurut dr. Rachma, anak saya mengalami dehidrasi berat sejak awal masuk rumah sakit. Alhamdulillah, setelah kondisi membaik, anak saya sudah diperbolehkan pulang,” ungkap Risky.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh biaya pengobatan telah ditanggung oleh pihak dapur MBG. Selain itu, pihak pengelola juga telah datang langsung ke rumah untuk memberikan bantuan tali asih.
“Kami mengucapkan terima kasih, karena biaya rumah sakit sudah diselesaikan dan bantuan yang diberikan cukup membantu kami,” pungkasnya.
Dengan keluarnya hasil uji laboratorium ini, diharapkan masyarakat tidak lagi merasa khawatir, sekaligus menjadi pembelajaran bersama dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan, khususnya dalam program MBG.
(Penulis: Fajari)



