Pekalongan, Sinarpanturatv.id
– Dalam rangka mengantisipasi dinamika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan menggelar rapat kesiapan menghadapi situasi kontinjensi, Kamis (2/4/2026) siang. Kegiatan yang berlangsung di Aula Polres Pekalongan ini dihadiri unsur pimpinan daerah serta berbagai stakeholder terkait.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, M.M., Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., Kasatpol PP Wahyu Kuncoro, S.T., M.T., serta perwakilan dari Dinas Perhubungan, Badan Kesbangpol, Dinas Kominfo, dan Pejabat Utama Polres Pekalongan.
Dalam arahannya, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas, baik yang berasal dari isu nasional maupun lokal. Ia juga menyinggung isu kenaikan harga BBM yang sempat beredar, namun dipastikan belum diberlakukan pemerintah sebelum tanggal 1 April.
“Sinergitas antar stakeholder menjadi kunci agar setiap pihak memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menjaga kondusifitas wilayah,” tegasnya.
Kapolres juga menyoroti potensi kerawanan menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang dinilai memiliki kompleksitas lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah isu strategis, mulai dari kebijakan pemerintah pusat, kasus kekerasan terhadap aktivis, hingga isu lokal seperti operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pekalongan yang berpotensi memicu aksi unjuk rasa.
Dalam upaya memperkuat sistem pengamanan, Polres Pekalongan mendorong optimalisasi penggunaan CCTV di titik-titik strategis. Namun, masih terdapat sejumlah lokasi yang belum terpasang perangkat tersebut, seperti Simpang Empat Alun-Alun Kajen, Simpang Tiga Damkar, serta kawasan sekitar Kejaksaan dan Bawaslu. Sementara itu, beberapa titik seperti Bojong, Wiradesa, Wonopringgo, dan Tugu Nol Kilometer Kajen telah dilengkapi CCTV.
“Kami berharap seluruh stakeholder dapat mendukung integrasi CCTV dengan sistem Mabes Polri, sehingga pemantauan situasi dapat dilakukan secara real-time,” tambahnya.
Selain itu, berbagai langkah preventif juga telah dilakukan, di antaranya latihan rutin Dalmas, rencana simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), serta pendekatan kepada masyarakat melalui kegiatan silaturahmi dan pembentukan jaringan “pagar mangkok” sebagai bentuk penguatan deteksi dini.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Pekalongan AKP Adam Teguh Arisianto menegaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah mengelola berbagai isu yang berkembang agar tidak memicu instabilitas sosial. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap isu-isu strategis, baik nasional maupun lokal, termasuk dampak kebijakan pemerintah, isu keamanan, hingga kasus pasca OTT kepala daerah.
Ia juga memprediksi adanya potensi aksi massa sepanjang bulan April dengan pola yang menyerupai kejadian pada Agustus 2025.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa stabilitas daerah sangat dipengaruhi oleh kebijakan yang tepat, seperti menjaga kestabilan harga, perbaikan infrastruktur, serta kemudahan akses lapangan kerja. Ia turut mengapresiasi langkah Polres dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa pembangunan gedung DPRD baru akan ditunda selama dua tahun sebagai bentuk penyesuaian kebijakan anggaran.

Di sisi lain, Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan, khususnya pasca peristiwa OTT yang menjadi perhatian publik. Pemerintah daerah juga akan melakukan pergeseran anggaran untuk kepentingan masyarakat, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur prioritas.
“Kami berkomitmen untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dukungan semua pihak sangat kami harapkan,” ungkapnya.
Pemerintah daerah juga akan memperkuat koordinasi dengan serikat buruh menjelang May Day, menyelesaikan persoalan pertanahan dan infrastruktur, serta menargetkan penanganan banjir dan permasalahan di Desa Randumuktiwaren dapat segera diselesaikan.
Rapat ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen di Kabupaten Pekalongan, guna menjaga situasi tetap aman, kondusif, dan terkendali di tengah berbagai dinamika yang berkembang.
Suswanto



