Final Purwodadi Cup: PS Girang Sakti Sukorejo Kalahkan Bintang Sembilan Botekan, Laga Diwarnai Kericuhan Suporter

banner 120x600

 

Pekalongan, SinarpanturaTV.id

– Laga final Purwodadi Cup yang mempertemukan PS Girang Sakti dari Sukorejo melawan Bintang Sembilan dari Botekan berlangsung panas dan diwarnai insiden kericuhan. Pertandingan digelar di Lapangan Sepak Bola Purwodadi, Kecamatan Sragi, pada Jumat (9/5/2025) pukul 16.00 WIB.

Sejak awal pertandingan, atmosfer lapangan begitu semarak dengan dukungan penuh dari suporter kedua kesebelasan. Yel-yel terus menggema dari pinggir lapangan, menciptakan suasana meriah sekaligus tegang.

Pertandingan berjalan sengit dengan jual beli serangan sejak menit awal. Gol pertama tercipta pada menit ke-16 saat umpan lambung dari pemain PS Girang Sakti berhasil disambut sundulan rekan setimnya dan menembus gawang Bintang Sembilan. Skor 1-0 untuk keunggulan Girang Sakti.

Ketinggalan satu gol membuat Bintang Sembilan meningkatkan tempo permainan. Namun, tensi pertandingan memanas saat salah satu pemain mereka ditekel keras oleh pemain Girang Sakti. Suporter dari kedua kubu berteriak keras, bahkan sebagian sempat memasuki lapangan, menyebabkan pertandingan terhenti selama sekitar 10 menit.

Memasuki babak kedua, tensi pertandingan tetap tinggi. Wasit terpaksa mengeluarkan tiga kartu kuning karena pelanggaran keras. Pada satu momen, pemain belakang Bintang Sembilan menjatuhkan pemain Girang Sakti di dalam kotak penalti. Penalti pun diberikan, dan Diaz sebagai eksekutor sukses menambah keunggulan menjadi 2-0.

Tak tinggal diam, Bintang Sembilan terus menekan. Namun, insiden kembali terjadi ketika pemain mereka dilanggar di dekat garis kotak penalti, namun wasit tidak menganggapnya pelanggaran. Merasa dirugikan, sejumlah suporter Bintang Sembilan masuk ke lapangan dan mengejar wasit. Kericuhan tak terelakkan ketika suporter Girang Sakti ikut masuk ke lapangan.

Situasi semakin memanas hingga akhirnya aparat dari Polres Pekalongan yang dibantu anggota TNI turun tangan dan berhasil meredam aksi anarkis. Pertandingan pun tidak dapat dilanjutkan hingga waktu usai.

Meski laga tidak berakhir secara normal, penyerahan trofi tetap dilakukan. Juara ketiga diserahkan oleh Kapolsek Sragi, AKP Prisandi Tiar; juara kedua oleh panitia penyelenggara; dan trofi juara pertama diberikan langsung oleh Camat Sragi, Slamet Riyadi.

Penulis: Sahuri

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *