Media Sinarpantura TV
Jakarta, 21 Juli 2025 – Krisis ekonomi yang semakin terasa di lapisan bawah masyarakat menjadi sorotan tajam Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, pakar hukum pidana internasional sekaligus ekonom dan Presiden Partai Oposisi Merdeka. Ia mendesak Presiden RI Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto agar memerintahkan para menterinya, khususnya di bidang ekonomi, untuk segera turun tangan menyelamatkan sektor perdagangan rakyat.

Salah satu sorotan utama adalah kondisi para pedagang di Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur. Aktivitas jual beli di pasar tersebut kian lesu akibat daya beli masyarakat yang terus anjlok, dipicu oleh masifnya perdagangan online dan minimnya regulasi yang berpihak kepada pelaku usaha tradisional.
“Banyak pedagang yang biasanya memiliki 10 kios kini hanya bisa bertahan dengan satu, bahkan itu pun sudah megap-megap. Mereka sudah terlalu lelah rugi terus-menerus,” ujar Sutan Nasomal kepada media.
Menurutnya, program ekonomi pemerintah saat ini yang menyedot anggaran hingga Rp446,24 triliun belum menyentuh sektor riil di lapangan. Ia mempertanyakan mengapa dana sebesar itu tak berdampak signifikan terhadap geliat ekonomi di pasar tradisional maupun modern.
Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya menyebutkan bahwa anggaran tersebut dialokasikan untuk 11 program strategis nasional guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Namun realitas di lapangan menunjukkan kontradiksi yang mencolok.
“Regulasi anggaran kita tidak menyentuh akar rumput. Masyarakat kelas menengah ke bawah tidak punya uang. Bahkan kelas atas pun enggan menggerakkan dananya. Uangnya hanya parkir di luar negeri. Ini krisis kepercayaan,” kata Sutan.
Ia juga menyinggung dominasi elit lama dalam pemerintahan saat ini, yang menurutnya memperburuk citra Indonesia di mata dunia usaha internasional. Kurangnya kepercayaan global membuat investor ragu menanamkan modal di dalam negeri.
Tak hanya itu, Sutan juga mengkritisi lemahnya kebijakan pengendalian perdagangan digital. Ia mencontohkan selisih harga barang antara pasar tradisional dan platform online yang sangat mencolok. Misalnya, pulpen dijual Rp5.000 di pasar, tetapi hanya Rp2.000 di toko online, lengkap dengan pengiriman ke rumah.
“Ini bunuh diri massal bagi sektor UMKM. Banyak pedagang jual kios dan kembali jadi pengangguran. Bahkan banyak rakyat tak mampu beli beras karena sudah terlalu lama tidak punya penghasilan. Ini fakta yang harus dihadapi,” tegasnya.
Sebagai solusi, ia mendesak agar Presiden bersama kementerian terkait turun langsung ke pasar-pasar, berdialog dengan pedagang, dan memberikan stimulus modal berbunga rendah. Ia juga mendorong pemerintah untuk mempercepat reformasi regulasi perdagangan online dan menciptakan peluang ekspor produk rakyat ke pasar global.
“Kalau rakyat sampai menjual semua kiosnya dan bangkrut, ibarat paru-paru negara pecah. Ini berbahaya. Negara besar bisa runtuh karena pengangguran dan kebangkrutan,” pungkasnya.
Narasumber: Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH., MH.
Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka,
Jenderal Kompii, Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus Jakarta
📞 0811-8419-260



