Gugur Saat Bertugas, Bripka Septian Eko Nugroho Wafat Saat Amankan Lalu Lintas Operasi Ketupat Candi 2026

banner 120x600


Pekalongan. Sinarpanturatv.id

— Duka menyelimuti jajaran Polres Pekalongan. Seorang anggota yang tergabung dalam Sub Satgas Pengaturan dan Patroli Lalu Lintas dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas dalam rangka Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026. Anggota tersebut adalah Bripka Septian Eko Nugroho.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (22/03/2026) sekitar pukul 22.50 WIB di kawasan Alun-Alun Kajen. Saat itu, Bripka Septian tengah melaksanakan pengaturan lalu lintas. Setelah sempat beristirahat sejenak di sebuah angkringan, almarhum tiba-tiba pingsan.

Gugur Saat Bertugas, Bripka Septian Eko Nugroho Wafat Saat Amankan Lalu Lintas Operasi Ketupat Candi 2026

Mengetahui kejadian tersebut, rekan sesama anggota dengan sigap membawa Bripka Septian ke RSUD Kajen untuk mendapatkan penanganan medis. Ia tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 22.55 WIB dalam kondisi tidak sadarkan diri dan langsung mendapat penanganan intensif dari petugas medis.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diketahui tidak memiliki denyut nadi dan tidak bernapas. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan elektrokardiogram (EKG) yang menunjukkan adanya gangguan irama jantung. Upaya resusitasi jantung paru (RJP) pun segera dilakukan selama kurang lebih 30 menit.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kondisi pasien menunjukkan tidak adanya tekanan darah, denyut nadi, maupun pernapasan, serta pupil dalam kondisi midriasis. Bripka Septian akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.55 WIB.

Dari riwayat pemeriksaan kesehatan berkala terakhir, kondisi almarhum diketahui masih dalam batas normal. Dugaan sementara penyebab meninggal dunia adalah serangan jantung, yang diperkuat dengan temuan gangguan irama jantung saat penanganan di IGD. Meski telah dilakukan tindakan maksimal, termasuk pemberian epinefrin sebanyak empat ampul, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan.

Fakta yang menyentuh terungkap saat proses pemulasaraan jenazah. Ditemukan sejumlah tempelan koyo di sekujur tubuh almarhum, yang mencerminkan dedikasi dan semangat tinggi dalam menjalankan tugas meski kondisi fisik diduga sudah mengalami kelelahan.

Jenazah Bripka Septian dilepas dari rumah duka di Pekalongan dengan penuh penghormatan. Selanjutnya, jenazah diberangkatkan menuju Surakarta untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan besarnya risiko dan pengorbanan aparat kepolisian dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam momentum penting seperti Operasi Ketupat Candi. (ozy)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *