Reses di Ulujami, Anita Handayani Soroti Kesejahteraan Guru PAUD: “Tak Seimbang dengan Kualifikasi”
Pemalang – SinarPanturaTV.id
Kesenjangan antara kualifikasi pendidikan dan tingkat kesejahteraan tenaga pendidik kembali menjadi sorotan dalam agenda reses Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Anita Handayani. Politisi dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) itu menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan nasib guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga ke tingkat eksekutif.

Kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat tersebut berlangsung khidmat di sebuah rumah makan di Desa Wiyoro Wetan, Kecamatan Ulujami, Selasa (17/3/2026). Reses dihadiri puluhan perwakilan warga dari berbagai desa se-Kecamatan Ulujami yang antusias menyampaikan berbagai persoalan di wilayahnya.
Kualifikasi Tinggi, Kesejahteraan Rendah
Dalam sesi dialog interaktif, isu pendidikan—khususnya pada jenjang PAUD—mendominasi pembahasan. Para peserta mengungkapkan kondisi yang dinilai ironis: mayoritas guru PAUD di Kabupaten Pemalang telah memiliki kualifikasi Sarjana (S-1), namun kesejahteraan yang diterima masih jauh dari kata layak.
“Guru PAUD adalah ujung tombak dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini. Sangat memprihatinkan jika kesejahteraan mereka belum menjadi prioritas, padahal tanggung jawabnya sangat besar,” ungkap salah satu peserta reses.
Komitmen Dikawal Hingga Eksekutif
Menanggapi hal tersebut, Anita Handayani selaku legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Ulujami, Comal, dan Bodeh menegaskan bahwa aspirasi tersebut merupakan amanah yang harus diperjuangkan.
“Reses ini menjadi wadah bagi saya sebagai wakil rakyat untuk mendengar langsung kondisi di lapangan. Persoalan PAUD ini bukan hal sepele, tetapi menyangkut masa depan generasi kita,” tegasnya.
Anggota DPRD periode 2024–2029 itu juga berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan pihak eksekutif guna mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada para pendidik PAUD.
“Kami akan menyampaikan secara resmi aspirasi ini kepada pemerintah daerah. Harapannya, ke depan ada langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan guru PAUD agar lebih layak dan bermartabat,” ujarnya.
Selain isu pendidikan, Anita juga mencatat berbagai aspirasi lain yang disampaikan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pemberdayaan ekonomi desa di wilayah Ulujami.
(Karsono)



