banner 728x90

Polisi Amankan Tiga Remaja Peracik Petasan di Kedungwuni, Cegah Petaka Jelang Ramadhan

banner 468x60

Pekalongan. Sinarpanturatv.id

— Unit Reskrim Polsek Kedungwuni bergerak cepat merespons keresahan warga terkait maraknya aktivitas remaja yang bermain petasan. Tiga remaja asal Kecamatan Buaran diamankan polisi usai kedapatan membuat dan menyalakan petasan di area persawahan Desa Tangkil Kulon, Sabtu (28/2/2026) sore.

banner 325x300

Ketiga remaja tersebut masing-masing berinisial MZ (13), MS (13), dan NS (17). Mereka langsung dibawa ke Mapolsek Kedungwuni untuk mendapatkan pembinaan khusus. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif guna mencegah terjadinya kecelakaan fatal akibat bahan peledak rakitan yang kerap menimbulkan korban, terutama menjelang dan selama bulan suci Ramadhan.

Polisi Amankan Tiga Remaja Peracik Petasan di Kedungwuni, Cegah Petaka Jelang Ramadhan

Kapolsek Kedungwuni Iptu Amin menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketenangan masyarakat. Terlebih, ketiga remaja tersebut diketahui meracik petasan secara mandiri tanpa izin dan standar keselamatan.

Kami tidak ingin ada korban akibat petasan. Ketiga remaja ini kami amankan sekitar pukul 16.30 WIB di area persawahan Desa Tangkil Kulon. Mereka membuat petasan sendiri dan menyalakannya di lingkungan yang berdekatan dengan pemukiman. Ini sangat berbahaya,” tegas Iptu Amin.

Pembinaan langsung diberikan oleh Kanit Reskrim Polsek Kedungwuni, Ipda A. Mifta Hasan, S.H. Dalam kesempatan tersebut, polisi memberikan edukasi mendalam mengenai bahaya petasan, mulai dari risiko luka berat, kehilangan anggota tubuh, hingga potensi kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak.

Kami jelaskan bahwa perbuatan ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga orang lain. Ada konsekuensi hukum serius terkait penyalahgunaan bahan peledak apabila perbuatan ini diulangi,” lanjut Iptu Amin.

Selain pembinaan, polisi juga mengarahkan para remaja agar menyalurkan energi dan kreativitas mereka ke kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat, seperti olahraga, kegiatan sosial, maupun aktivitas keagamaan di lingkungan masjid.

Tak hanya itu, Polsek Kedungwuni turut memanggil orang tua atau wali masing-masing remaja. Iptu Amin menekankan bahwa peran keluarga menjadi kunci utama dalam pengawasan anak agar tidak terjerumus ke aktivitas berbahaya.

Kami meminta orang tua meningkatkan pengawasan. Jangan sampai menyesal setelah terjadi korban. Petasan bukan mainan, melainkan bahan peledak yang dapat memicu petaka,” pungkasnya. (ozy)

banner 325x300
banner 728x90
Exit mobile version