Pemalang, SinarPanturaTV.id
— Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 sekaligus mengenang jasa para pahlawan dan para sesepuh, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama para Kepala Desa se-Kecamatan Bodeh melaksanakan kegiatan napak tilas mengelilingi 19 desa, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan dan dilaksanakan secara turun-temurun tersebut diikuti oleh unsur Forkopimcam, para kepala desa, perangkat desa, serta perwakilan dari berbagai dinas dan instansi di wilayah Kecamatan Bodeh.
Peserta memulai perjalanan dari halaman Kantor Kecamatan Bodeh. Rombongan kemudian melintasi desa-desa yang ada di wilayah Kecamatan Bodeh dan mengambil waktu istirahat di Desa Pasir, sebelum melanjutkan perjalanan hingga kembali dan finish di halaman Kantor Kecamatan Bodeh.
Kepala Desa Babakan, Kustoni BR, S.H., yang juga Ketua Paguyuban Kepala Desa Simongklang Bodeh, menjelaskan bahwa kegiatan napak tilas tersebut memiliki filosofi dan nilai historis yang kuat. Menurutnya, tradisi ini merupakan amanat dari para sesepuh Kecamatan Bodeh yang sebagian telah berpulang ke rahmatullah.
“Kegiatan napak tilas mengitari desa-desa se-Kecamatan Bodeh ini bukan sekadar jalan-jalan atau touring biasa. Bagi kami, kegiatan ini memiliki makna yang mendalam. Ibarat tawaf atau siwer wilayah Kecamatan Bodeh yang dilakukan setahun sekali, perjalanan ini menjadi ikhtiar religius dengan mengiringi setiap langkah melalui doa, takbir, sholawat, dan zikir dalam hati,” ungkap Kustoni.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap amanat para sesepuh sekaligus ikhtiar bersama untuk memohon perlindungan dan ridho Allah SWT bagi seluruh masyarakat Kecamatan Bodeh.
“Kewajiban ini utamanya ada pada pimpinan kecamatan, dan kita semua turut menyertai semata-mata untuk mengharap ridho Allah SWT. Kami berupaya agar setiap desa maupun dinas dan instansi dapat mengirimkan perwakilannya,” ujarnya.
Kustoni kembali menekankan bahwa napak tilas tersebut bukanlah kegiatan wisata maupun perjalanan biasa. Tradisi ini, menurutnya, memiliki nilai sakral dan spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para sesepuh Kecamatan Bodeh.
“Sekali lagi, ini bukan touring atau jalan-jalan biasa. Ini merupakan tradisi yang sakral dan sarat nilai spiritual, yang semata-mata kita laksanakan untuk memohon ridho Allah SWT agar wilayah Kecamatan Bodeh senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan,” tuturnya.
Sementara itu, Camat Bodeh, Harinto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ikut melestarikan tradisi napak tilas tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin setiap tahun, tetapi juga mampu mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, dan gotong royong antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan napak tilas menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan dan kekompakan masyarakat Kecamatan Bodeh.
“Melalui kegiatan ini, mari kita jadikan momentum untuk mempererat silaturahmi dan menjaga kekompakan seluruh desa di Kecamatan Bodeh. Semoga napak tilas ini membawa keberkahan, keselamatan, serta menjadi bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan dan para sesepuh yang telah mewariskan tradisi ini,” kata Harinto.
Kegiatan napak tilas 19 desa tersebut berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, menghormati para sesepuh, sekaligus menjaga tradisi dan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kecamatan Bodeh.
Sahuri



