Prof. Sutan Nasomal Jenderal Kompii Apresiasi 150 Hari Kerja Presiden Prabowo dan Serukan Dialog Langsung dengan Rakyat
Jakarta,Sinarpanturatv.id
9 April 2025 — Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal SH, MH, seorang pakar hukum internasional dan Presiden Partai Oposisi Merdeka, memberikan apresiasi terhadap capaian Presiden Republik Indonesia, Jenderal Haji Prabowo Subianto, setelah 150 hari pertama masa jabatannya. Prof. Sutan menilai, langkah Presiden yang melibatkan media dan jurnalis dalam dialog terbuka adalah langkah maju yang membanggakan dalam sejarah pemerintahan Indonesia.
Salah satu usulan penting yang diajukannya, yaitu mengenai peningkatan gaji dan penyediaan rumah bagi para hakim, kini telah menjadi agenda kerja Presiden. Menurut Prof. Sutan, hal ini merupakan bukti perhatian yang serius terhadap kesejahteraan aparat penegak hukum, yang selama ini seringkali terabaikan.
Selain itu, Prof. Sutan juga mengusulkan perhatian lebih terhadap TNI dan Polri, yang telah lama mengabdikan diri untuk negara namun masih banyak yang belum memiliki rumah. Begitu pula dengan petani dan nelayan, yang sering kali terjebak dalam kemiskinan akibat rendahnya pendapatan dan sulitnya akses terhadap peralatan dan infrastruktur yang memadai. Prof. Sutan menyarankan agar pemerintah memperhatikan kebutuhan mereka, seperti akses murah terhadap pupuk, air untuk pertanian, serta peralatan untuk nelayan, seperti perahu dan alat tangkap yang layak.
Lebih lanjut, Prof. Sutan menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kekayaan alam Indonesia, yang masih sering dieksploitasi secara tidak sah oleh oknum-oknum yang memanfaatkan kelemahan pengawasan di daerah. Ia menilai bahwa kemiskinan ekstrem di daerah-daerah tertentu masih menjadi masalah besar, salah satunya disebabkan oleh kurangnya infrastruktur dan akses teknologi di banyak desa. Di banyak tempat, jalan raya yang menghubungkan desa dengan kota masih sangat sulit ditembus, dan banyak desa yang belum terjangkau oleh jaringan internet yang dapat memajukan perekonomian setempat.
“Indonesia yang sangat luas dan kaya akan sumber daya alam harus mendapat pengawasan yang lebih serius. Pengawasan yang lemah dan kurangnya perhatian terhadap infrastruktur desa hanya akan memperburuk kondisi ekonomi rakyat, terutama petani dan nelayan,” ujar Prof. Sutan.

Sebagai solusi, Prof. Sutan mengusulkan agar Presiden RI, Jenderal Haji Prabowo Subianto, mengadakan dialog langsung dengan masyarakat, khususnya petani, nelayan, guru, dan tenaga medis, secara rutin setiap dua bulan sekali. “Suara rakyat harus langsung didengar oleh Presiden, baik melalui pertemuan langsung ataupun melalui sarana media yang lebih mudah diakses oleh masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini, Prof. Sutan juga mengingatkan pentingnya pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta pungutan liar (Pungli), yang menurutnya harus melibatkan peran aktif masyarakat dan bukan hanya penekanan pada aparat penegak hukum (APH). Ia menekankan pentingnya keterbukaan dan kemudahan dalam proses laporan langsung kepada Presiden untuk mempercepat penanganan dan penindakan kasus-kasus yang melibatkan oknum pejabat di daerah.
“Sudah saatnya masyarakat diberikan ruang untuk melaporkan keluhan mereka secara langsung kepada Presiden. Hukum harus berlaku adil, bukan hanya tajam ke bawah, tapi juga harus tegas ke atas, terutama yang melibatkan pejabat daerah dan APH,” ujar Prof. Sutan menutup pernyataannya.
Narasumber: Prof. Dr. KH Sutan Nasomal SH, MH, Pakar Hukum Internasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, dan Jenderal Komite Mantan Preman Indonesia Istighfar (Kompii)



