Berita  

Polres Pekalongan Launching Program Polda Jateng Peduli CTEV, Dorong Deteksi Dini Kaki Bermasalah pada Anak

banner 120x600

Pekalongan. Sinarpanturatv.id

– Polres Pekalongan meluncurkan Program Polda Jateng Peduli CTEV (Congenital Talipes Equinovarus) atau kaki bermasalah di wilayah Kabupaten Pekalongan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian bersama berbagai pihak untuk mendorong penemuan kasus sejak dini dan memastikan anak dengan CTEV mendapatkan penanganan yang tepat.

Polres Pekalongan Launching Program Polda Jateng Peduli CTEV, Dorong Deteksi Dini Kaki Bermasalah pada Anak

Launching sekaligus pelatihan program tersebut digelar di Aula Setia Polres Pekalongan, Selasa (18/8/2026) pagi. Kegiatan dihadiri Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si, jajaran pejabat utama Polres Pekalongan, Kapolsek jajaran, Bhabinkamtibmas, Dinas Kesehatan, dokter spesialis, BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, organisasi profesi kesehatan, organisasi keagamaan, serta sejumlah stakeholder terkait.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami CTEV.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Pekalongan. Kebanyakan kasus ini ditemukan pada anak-anak, sehingga kita berharap dapat memberikan pendampingan kesehatan sekaligus mendorong orang tua agar lebih peduli dan tidak ragu membawa anaknya untuk mendapatkan pengobatan,” kata Rachmad.

Menurutnya, keberadaan Bhabinkamtibmas menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program tersebut. Polisi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat itu diharapkan aktif melakukan sosialisasi sekaligus membantu menemukan warga yang membutuhkan pemeriksaan.

Rachmad meminta Bhabinkamtibmas tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan dugaan kasus CTEV di wilayah binaannya.

“Ini juga menjadi penekanan dari program Bapak Presiden dan Bapak Kapolri agar Bhabinkamtibmas melakukan sosialisasi kepada masyarakat apabila ada permasalahan yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk anak-anak yang menderita CTEV,” ujarnya.

Kapolres berharap Program Polda Jateng Peduli CTEV dapat berjalan optimal seperti program penanganan TB paru yang sebelumnya telah dilaksanakan Polres Pekalongan bersama stakeholder terkait.

“Program TB paru kemarin sudah berjalan lancar dan baik. Saya berharap program CTEV kali ini bisa seperti program sebelumnya atau bahkan lebih baik lagi. Dengan tindak lanjut dan penanganan yang baik, kita bisa meminimalisir atau mengurangi permasalahan CTEV atau kaki pengkor di masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dr. Zaki Mubarok mengapresiasi langkah Polres Pekalongan dan berbagai instansi yang terlibat dalam program tersebut.

Ia menjelaskan CTEV merupakan kelainan bawaan yang perlu mendapatkan perhatian sejak dini. Menurutnya, pemahaman orang tua mengenai kondisi tersebut masih perlu ditingkatkan agar anak segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

“CTEV ini merupakan kelainan bawaan yang bisa dideteksi dan ditangani sejak dini. Banyak orang tua mendapatkan informasi yang belum utuh terkait kasus CTEV. Karena itu, edukasi dan kolaborasi seperti ini sangat penting,” kata Zaki.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Ketua Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan Drs. H. Mulyono Kastari. Ia menilai sinergi antara pemerintah, kepolisian, organisasi keagamaan dan elemen masyarakat dapat memperluas jangkauan program hingga ke tingkat keluarga.

“Muhammadiyah dan NU memiliki jaringan yang sangat banyak. Kami bisa menjadi mata, tangan maupun hati dalam program ini. Mari kita bangun kolaborasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muslikh Khudlori. Ia menyebut penanganan persoalan kesehatan merupakan bagian dari kepedulian sosial yang perlu dilakukan secara bersama-sama.

“Yang sehat harus mengajak yang sakit untuk berobat bersama. Kalau kita bekerja sendiri tidak akan optimal, sehingga perlu menggandeng berbagai elemen masyarakat agar program ini berjalan dengan baik dan lancar,” katanya.

Program Polda Jateng Peduli CTEV di Kabupaten Pekalongan selanjutnya akan mengandalkan kolaborasi antara Polri, Dinas Kesehatan, puskesmas, tenaga medis, organisasi profesi, pemerintah daerah, organisasi keagamaan dan masyarakat.

Bhabinkamtibmas akan didorong untuk aktif melakukan sosialisasi dan pemantauan di wilayah masing-masing. Apabila ditemukan dugaan kasus CTEV, warga akan diarahkan untuk menjalani skrining melalui fasilitas kesehatan.

Selain penemuan kasus, koordinasi lintas sektor juga diperlukan untuk mendukung kebutuhan pasien, termasuk upaya pemenuhan brace atau sepatu khusus bagi pasien CTEV yang belum ditanggung BPJS.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap CTEV, mempercepat penanganan sejak dini, serta menekan risiko kecacatan akibat keterlambatan pengobatan. Monitoring dan evaluasi secara berkala juga akan dilakukan untuk melihat perkembangan temuan kasus, proses rujukan, keberhasilan pengobatan, hingga kepatuhan penggunaan brace.

Melalui program ini, Polres Pekalongan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut berperan dalam mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sehat, peduli dan sejahtera. (Suswanto)

 

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *