Berita  

Diduga Keracunan Makanan Program Gizi, Siswa TK di Pemalang Dilarikan ke UGD RS Comal Baru

oplus_1024
banner 120x600

Diduga Keracunan Makanan Program Gizi, Siswa TK di Pemalang Dilarikan ke UGD RS Comal Baru

Pemalang . Sinarpanturatv.id
– Seorang siswa Taman Kanak-Kanak berinisial S harus dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RS Comal Baru setelah mengalami muntah-muntah hebat usai mengonsumsi makanan yang diduga berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pelita Prabu di Desa Bumirejo, Kamis (12/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi setelah pembagian makanan kepada para siswa TK Pertiwi Blendung. Pada hari itu, menu yang diberikan kepada anak-anak berupa roti tawar dan minuman selasi yang merupakan bagian dari program pemenuhan gizi bagi siswa.

Namun tak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, salah satu siswa bernama Umar Syafiq tiba-tiba merasakan mual hebat yang disertai muntah berulang kali. Kondisi itu membuat pihak sekolah panik dan segera mengambil langkah cepat.

Melihat kondisi korban yang semakin lemas, pihak sekolah bersama keluarga langsung membawa Umar Syafiq ke UGD RS Comal Baru untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Sekolah TK Pertiwi Blendung, Waryuni, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah segera merespons begitu mengetahui salah satu siswanya mengalami gejala yang mengkhawatirkan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

“Kami langsung mengambil tindakan cepat dengan membawa anak tersebut ke rumah sakit agar segera mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Sementara itu, orang tua korban, Elinda, mengaku sangat khawatir dengan kondisi anaknya yang tiba-tiba mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan dari program pemenuhan gizi tersebut.

“Kami berharap ada perhatian serius dari pihak terkait agar kejadian seperti ini tidak menimpa anak-anak lainnya,” katanya dengan nada cemas.

Kejadian ini pun memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak terkait pengawasan dan kualitas makanan dalam program pemenuhan gizi tersebut. Pasalnya, sehari sebelumnya sempat disampaikan bahwa tidak ditemukan kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan program tersebut. Namun fakta di lapangan justru memunculkan dugaan sebaliknya.

Salah satu pihak yang menyoroti kasus ini menilai kejadian tersebut menjadi sinyal bahwa pengawasan program masih perlu diperketat, terutama dalam hal keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak.

Menurutnya, keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan program pemenuhan gizi.

Sementara itu, sebagai bagian dari Satgas MBG, Wakil Bupati Pemalang turut mendatangi lokasi dapur SPPG Pelita Prabu guna memastikan kondisi di lapangan serta melakukan pengecekan terkait dugaan kejadian tersebut.

Kasus dugaan keracunan makanan ini kini menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Pemalang. Warga berharap pemerintah daerah bersama Satgas MBG segera melakukan investigasi secara menyeluruh, serta memastikan standar keamanan dan kualitas makanan benar-benar dijalankan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Red/02

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *