Pemalang | SinarpanturaTV.id
—Camat Bodeh Harinto meresmikan Sanggar Seni Bodeh jati laras di aula Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, pada hari sabtu tanggal 7-3-2026.
Acara ini merupakan upaya untuk melestarikan budaya dan meningkatkan kreativitas masyarakat, terutama generasi muda, Sanggar seni diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat dan minatnya dibidang seni.

Kegiatan ini dihadiri Camat Bodeh Harinto, Kapolsek Bodeh IPTU Santosa, Danramil Bodeh Kapten Infantri Teguh Wibowo, Kepala SMK SMA SMP MTS Kecamatan Bodeh, Ketua Paguyuban Simongklang Bodeh, Haji Kustoni BR S.H., Kades Se-kecamatan Bodeh, Tokoh agama masyarakat Karyawan Kantor Kecamatan Bodeh.dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan, Camat Bodeh Harinto mengatakan, “Pada sore hari ini adalah, peresmian sanggar seni bodeh jati laras, alhamdulillah sanggar seni bodeh jati laras ini, setelah diresmikan pada sore hari ini pada tanggal 17 Ramadhan tahun 1400 hijriah atau bertepatan dengan tanggal 7 maret tahun 2026, mudah-mudahan bisa berkelanjutan, bisa memberikan kontribusi nyata diwilayah,Kabupaten Pemalang, nguri-uri budaya jawa khususnya diwilayah bodeh”, ungkapnya.

Dengan adanya sanggar ini Harinto berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan melestarikan warisan budaya, ini juga dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengembangkan potensi seni dan budaya.
Ketua Dewan Penasehat sanggar seni bodeh jati laras, H. Kustoni BR.S.H., mengungkapkan protokol terjadinya kegiatan sore ini, yang bermula kita sadari diwilayah Kecamatan Bodeh, ternyata pandemi berpotensi para dalang atau nayaga itu para pengemar pecinta karawitan, inspirasi terwujudnya dari karawitan ini bermula dari peringatan hari jadi, Kabupaten Pemalang tahun 2024, dimana puncak acara resepsi dengan terselenggaranya karawitan dengan menampilkan tiga dalang yang itu berasal dari lokal dan para nayaga juga dari lokal, bermula dari situ kami berinisiatif bagaimana dibodeh ini memiliki seperangkat gamelan yang bisa dikembangkan untuk nguri-uri budaya”, tuturnya.
Kustoni mengatakan alhamdulillah ide ini disambut antusias oleh rekan-rekan Kepala Desa Se-kecamatan Bodeh, sehingga dalam musrenbang Kecamatan tahun 2024, dimana waktu itu ada PIWA atau pagu indikatif Kecamatan Bodeh, pada waktu itu tersisa satu koma dua milyar sudah dilaporkan sama Camat Bodeh, tujuh ratus sekian untuk kegiatan fisik pembangunan pixar Desa-desa di Kecamatan Bodeh, dan yang limaratus juta ini untuk kegiatan non fisik, dan kegiatan non fisik ini diberikan seluruh Desa Se-kecamatan Bodeh, dan dihimpunlah untuk kegiatan peralatan alat kesenian tradisional yaitu gamelan”, tegas Kustoni.
Kang Sahuri



