Tawuran Dini Hari di Sragi, Pelajar 15 Tahun Luka Sabetan Sajam

banner 120x600

Pekalongan. Sinarpanturatv.id

– Aksi tawuran antar kelompok pemuda dan anak-anak kembali pecah di wilayah Kabupaten Pekalongan. Seorang pelajar berusia 15 tahun mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dalam insiden yang terjadi di Jalan Desa Tegalsuruh–Bulaksari (jalan Sogo), wilayah Desa Sumublor, Kecamatan Sragi, Minggu (22/2/2026) dini hari.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad Yusuf, S.I.K., M.Si melalui Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, S.H., membenarkan peristiwa tersebut.

“Pada Minggu, 22 Februari 2026 sekitar pukul 02.00 WIB, Polsek Sragi menerima laporan perkelahian atau tawuran antar kelompok pemuda dan anak-anak yang mengakibatkan korban luka. Kejadian berlangsung di Jalan Desa Tegalsuruh–Bulaksari, Desa Sumublor, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan,” jelas Ipda Warsito.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, tawuran bermula sekitar pukul 01.30 WIB. Korban berinisial ABK (15) bersama rekan-rekannya berkumpul dan merencanakan aksi tawuran “perang sarung” dengan kelompok lain. Kedua kelompok sebelumnya telah sepakat bertemu di lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi, kelompok korban menunggu kedatangan lawan. Tak berselang lama, sekitar 20 orang dari kelompok lawan datang menggunakan sepeda motor dan diduga membawa senjata tajam jenis parang, arit, dan clurit. Bentrokan pun tak terhindarkan. Kelompok korban terdesak hingga banyak yang melarikan diri, sementara korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam yang diduga dilakukan salah satu lawannya.

“Korban mengalami luka robek di bagian belakang kepala dan punggung. Ia sempat menyelamatkan diri, kemudian ditolong warga dan dibawa ke RSUD Kraton untuk mendapatkan penanganan medis,” tambah Ipda Warsito.

Polisi mengamankan barang bukti berupa satu potong kaos merah dan satu celana pendek boxer warna krem yang terdapat bercak darah. Dua orang teridentifikasi sebagai terduga pelaku, yakni AR (25), warga Desa Bulakpelem, Sragi, dan ATA (19), warga Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang.

Saat ini, kasus masih dalam penanganan kepolisian. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mendalami peran masing-masing pihak serta menelusuri asal-usul senjata tajam yang digunakan.

Atas kejadian tersebut, kepolisian mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hingga dini hari, guna mencegah terulangnya kejadian serupa. (ozy)

 

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *